Sabda Tuhan yang meneguhkan langkah hidup umat
Renungan
Temukan Renungan Sesuai Kebutuhan Anda
Arsip Renungan
Temukan kumpulan arsip renungan harian, mingguan, dan bulanan dari Pastor Paroki Gereja Katolik Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok sebagai sumber penguatan iman, refleksi hidup, dan pendalaman spiritualitas umat.
Hari ini Gereja merayakan Jumat Pertama, hari yang mengingatkan kita akan kasih Hati Yesus Yang Mahakudus. Pada hari yang sama kita juga memperingati Santo Bonifasius, seorang uskup dan martir yang menyerahkan hidupnya demi Kristus.
![]()
Pernah ada ungkapan sederhana, hidup tanpa kasih bagaikan sayur tanpa garam. Ungkapan ini menegaskan tentang kasih adalah yang membuat hidup berarti, ada dan bermakna. Karena itulah dengan lugas Yesus menegaskan bahwa hukum yang utama itu adalah kasih, yakni kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.
![]()
Injil hari ini berkisah tentang perjumpaan Yesus dengan kelompok orang Saduki, yang tidak percaya akan kebangkitan orang mati. Mereka datang dengan pertanyaan yang rumit tentang kebangkitan. Mereka menyusun cerita panjang dan berlapis-lapis untuk menguji kebenaran akan kebangkitan. Bagi orang Saduki kematian adalah akhir dari segalanya. Tidak ada kebangkitan, tidak ada kehidupan kekal.
![]()
Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ pernah mengungkapkan sebuah ungkapan yang bagus: “100% Indonesia, 100% Katolik”. Ungkapan ini merupakan panggilan untuk menjadi umat yang taat beriman sekaligus menjadi warga Negara yang baik, berjiwa patriotic. Menjalankan nilai-nilai cinta kasih dan ajaran Kristiani, sekaligus mematuhi hukum, aturan, serta budaya bangsa Indonesia.
![]()
Hari ini Gereja Katolik seluruh dunia merayakan Hari Raya Allah Tritunggal yang Mahakudus: Perayaan ini adalah perayaan iman Gereja akan misteri Allah yang esa dalam tiga pribadi: Bapa, Putra dan Roh Kudus. Perayaan ini mengajak setiap anggota Gereja untuk mengimani hakikat terdalam Allah yang adalah kasih dan persekutuan. Allah adalah persekutuan kasih dan tanda penyertaan yang sempurna.
![]()
Selama pekan ini, ketika membaca perikop-perikop Injil yang terdaftar di dalam kalender liturgi kita, hal utama yang kita sadari secara kronologis adalah bahwa kita sedang berada bersama Yesus dalam pekan sebelum kesengsaraan dan kematian-Nya. Di antara waktu-waktu itu, Yesus mempersiapkan para murid dengan memberitahu mereka sebanyak tiga kali tentang apa yang akan Dia hadapi di Yerusalem; bahwa Dia akan diserahkan, menderita, mati lalu bangkit. Di setiap pemberitahuan itu, para murid selalu gagal memahami sepenuhnya makna dari perkataan-Nya.
![]()