Renungan Harian

Iman yang Membawa Berkat

Renungan 5 Agustus 2026

Rabu, 5 Agustus 2026
Bacaan I: Yeremia 31:1–7
Injil: Matius 15:21–28

Dalam Bacaan Pertama hari, dikisahkan bahwa Tuhan menjanjikan pemulihan Israel bahwa umat yang selamat akan merasakan Kasih-Nya . Ia akan mengumpulkan mereka, menuntun dengan sukacita dan merekapun memuji Tuhan sebagai penyelamat.
Setiap manusia tentu memiliki kelemahan dalam hidupnya. Oleh karenanya, maka wajar apabila kita bisa mengalami kegagalan, keterpurukan, kesedihan, maupun juga kebimbangan. Kelemahan itu adalah bukti bahwa kita tidak bisa merasa kuat dan menjalani hidup seorang diri. Dalam kelemahan tersebut, sikap kita menjadi kunci dari hidup yang kita jalani.

Dalam duka yang dirasakan bangsa Israel oleh karena pembuangan yang mereka alami, Allah menyatakan diri-Nya kepada mereka. Allah akan menolong dan memulihkan keadaan mereka supaya mereka betul-betul menjalani kehidupan yang baru, yang terbebas dari duka. Namun, untuk itu Allah menghendaki supaya mereka betul-betul datang kepada-Nya dengan menyadari keadaan diri mereka yang lemah, yang Allah gambarkan dengan tangisan. Tangisan adalah gambaran ungkapan kesedihan dan penyesalan yang merupakan wujud pengakuan dan kesadaran akan kelemahan diri. Dengan sikap dan kesadaran itulah maka Allah akan menguatkan mereka dengan menghibur dan membuat mereka kembali bersukacita, serta menuntun setiap langkah hidup mereka. Allah menunjukkan bahwa Ia adalah pemimpin yang tidak pernah meninggalkan hidup umat-Nya, dan selalu hadir untuk memberikan kehidupan bagi mereka.

Allah menegaskan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan dan mencelakakan kita. Untuk itu, dalam kelemahan kita Allah mengajak kita untuk selalu datang dan dekat kepada-Nya. Sebab, Ia selalu hadir untuk menguatkan, memampukan, dan memberi hidup bagi kita. 
Kisah Iman Israel yang menyatakan Tuhan Adalah penyelamat, sama persis dengan kisah seorang ibu/ Perempuan Kanaan yang datang mendekat dan menyembah Tuhan dan meminta tolong untuk kesembuhan anaknya.
Perempuan Kanaan dalam firman Tuhan hari ini memberi kita teladan. Bagaimana tidak, ketika ia datang memohon kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan setan, Yesus malah menjawab, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (ay. 24). Bagi Yesus, dirinya tidak termasuk hitungan! Menariknya, perempuan itu tidak tersinggung tetapi terus mendekat, menyembah, dan memohon pertolongan. Tetapi siapa sangka, bukannya merasa iba, Yesus malah sekali lagi menguji dengan seolah merendahkan harga dirinya dengan menyamakannya seperti anjing. Tetapi lagi-lagi, bukannya pergi dengan amarah atau kekesalan hati, perempuan itu justru seolah membenarkan perkataan Yesus (ay. 26-27). Tidak heran apabila pada akhirnya, Yesus pun memuji imannya sekaligus menyembuhkan anaknya.

Datang kepada Tuhan dengan membawa permohonan, hal tersebut tentu tidak dilarang. Hanya saja, pastikan sikap hati kita ketika meminta pertolongan sudah benar. Ingat, Tuhan bukan pesuruh, melainkan Allah Mahakuasa! Faktanya, setiap orang yang datang kepada-Nya berbekal kerendahan hati tidak pernah kembali dengan tangan hampa. 
(Dyan Marlina Penyuluh Agama Katolik Paroki Merombok)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.