Yer 30: 1-2.12-15.18-22.
Mat 14: 22-36
Bapak, Ibu, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan. Dalam bacaan pertama Tuhan berbicara kepada bangsa Israel yang sedang terluka karena dosa dan akibat dari pilihan mereka sendiri. Lukia itu begitu dalam sehingga tidak ada manusia yang mampu untuk menyembuhkannya. Namun Tuhan tidak berhenti pada hukuman. Ia justru menjanjikan pemulihan. Tuhan akan membangun Kembali, memulihkan kehidupan umat-Nya dan menjadkan mereka Kembali sebagai umat kesayangan-Nya. Kasih Tuhan selaluh lebih besar daripada kesalahan manusia.
Dalam injilo hari ini Yesus menegur orang-orang Farisi yang lebih sibuk mempersoalkan aturan-aturan lahiriah daripada menjaga kebersihan hati. Mereka menganggap seseorang menjadi najis karena hal-hal diluar diri, padahal Yesus mengajarkan bahwa yang paling penting adalah hati yang dekat dengan Allah. Iman bukan sekedar menjalankan kebiasaan atau tradisi, tetapin membiarkan hati diubah oleh kasih Tuhan. Jika hati dipenuhi oleh kesombongan, kebencian, dan kemunafikan, maka semua ibadah yang kita lakukan kehilangan maknanya.
Ada sebuah kisah tentang seorang suami yang setiap hari memberikan bunga kepada istrinya. Pada awalnya ia memberikan bung aitu dengan penuh kasih, namun lama kelamaan ia melakukannya hanya karena sudah menjadi kebiasaan. Ia meletakkan bunga itu diatas meja tanpa senyum, tanpa sapaan bahkan tanpa melihat wajah istrinya. Suatu hari istrinya berkata dengan lembut “ Saya lebih bahagia menerima satu bunga yang diberikan dengan kasih daripada menerima sekeranjang bunga yang diberkan tanpa hati.” Suaminya pun tersadar bahwa kasih tidak dapat diukur dari banyaknya pemberian, tetapi dari ketulusan hati. Demikian pula dengan hidup beriman. Tuhan tidak mencari ibadah yang sekedar menjadi rutinitas, melainkan hati yang dating kepada-Nya dengan cinta dan kerinduan untuk berubah.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa hati. Apakah doa, pelayanan dan kehadiraan kita di gereja masih dilakukan dengan penuh kasih, ataukah hanya menjadi kebiasaan yang kehilangan makna? Tuhan sanggup menyembuhkan luka hati, memulihkan hidup hancur, dan membarui siapa saja yang dating kepada-Nya dengan tulus. Marilah kita tidak hanya menjaga penampilan lahiriah sebagai orang beriman, tetapi juga membiarkan Tuhan membentuk hati kita setiap hari. Sebab, hati yang dekat dengan Tuhan akan lahir perkataan, Tindakan, dan kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang.
![]()