Merombok (29 Mei 2026) – Romo Pastor Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, RD. Antonius Sanor, mengajak Orang Muda Katolik (OMK) se-Paroki Merombok untuk menjadi “garam dan terang dunia” di tengah tantangan zaman modern. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan rekoleksi dan temu akrab OMK yang berlangsung di Gereja Paroki, Jumat (29/05/2026).
Dalam materi rekoleksi bertema “Dipanggil Menjadi Garam dan Terang”, RD. Antonius Sanor menegaskan bahwa kaum muda Katolik dipanggil menghadirkan Kristus melalui hidup yang membawa harapan, kasih dan terang bagi sesama. Ia mengutip Injil Matius 5:13-14, “Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia.”
Romo Antonius menjelaskan bahwa orang muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh media sosial, arus pergaulan bebas, hingga krisis arah hidup dan menurunnya semangat pelayanan dalam Gereja. Karena itu, OMK diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi hadir sebagai pribadi yang mampu membawa nilai-nilai Injil dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Menurutnya, menjadi “garam dunia” berarti menghadirkan sukacita, semangat dan kedamaian di lingkungan sekitar. OMK diharapkan menjadi pribadi yang ramah, peduli, aktif membantu kegiatan Gereja serta menjadi sahabat bagi mereka yang mengalami kesulitan.
Selain itu, Romo Antonius mengingatkan kaum muda untuk menjaga keteguhan iman dan moral dengan menjauhi pergaulan yang merusak, penyalahgunaan media sosial, kekerasan, narkoba, serta sikap egois dan malas. Menurutnya, menjadi garam berarti berani mempertahankan nilai kebenaran meski berbeda dengan arus dunia.
Saat yang sama, ia juga menekankan makna menjadi “terang dunia”. OMK dipanggil menjadi pembawa harapan di tengah maraknya kebencian, hoaks, iri hati dan hilangnya kepedulian sosial. Terang Kristus, katanya, tampak melalui hidup yang jujur, rendah hati, dan penuh kasih.
Romo Antonius turut mengajak kaum muda menggunakan media sosial secara bijaksana dan menjadikannya sarana evangelisasi. Ia menilai media digital dapat menjadi ruang pewartaan iman jika digunakan untuk menyebarkan inspirasi, kebaikan, dan konten positif.
Dalam rekoleksi tersebut, peserta juga diajak membangun hidup doa, aktif dalam komunitas Gereja, membaca Kitab Suci, serta memiliki persahabatan yang sehat dan semangat melayani.
Romo Antonius menegaskan bahwa kaum muda tidak perlu merasa kecil atau tidak berarti. Ia mengingatkan bahwa hidup orang muda yang dekat dengan Kristus mampu membawa perubahan besar bagi Gereja dan dunia.
“Menjadi garam dan terang bukan soal popularitas, tetapi soal kesetiaan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan penutup rekoleksi tersebut.
Kegiatan rekoleksi dan temu akrab berlangsung dalam suasana penuh antusias dan reflektif. Melalui kegiatan itu, OMK se-Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diharapkan semakin berani bermimpi, berani melayani, hidup kudus, serta menjadi saksi Kristus di tengah Gereja dan masyarakat. Usai mengikuti rekoleksi para anggota OMK paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus Merombok mengikuti perayaan Ekaristi yang dipimpin pastor Paroki RD. Antonis Sanor. (Komsos Paroki Merombok/Tian Candra**)





