
Merombok, 31 Juli 2026 – Semangat menyambut lawatan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara tidak hanya diwujudkan melalui doa dan liturgi. Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok memilih menghadirkan sukacita itu melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Pada Jumat, 31 Juli 2026, puluhan anggota WKRI Paroki Merombok turun ke jalan melaksanakan bakti sosial memungut sampah di sepanjang ruas utama Jalan Trans Flores, mulai dari Kaper hingga Merombok. Aksi tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut kedatangan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara yang akan berziarah di Paroki Merombok pada 3–4 Agustus 2026, sekaligus rangkaian menuju Festival Golo Koe 2026 Keuskupan Labuan Bajo yang akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026.
Kegiatan ini melibatkan seluruh kekuatan organisasi WKRI di Paroki Merombok, yakni WKRI Ranting Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, WKRI Ranting Santa Ana, WKRI Ranting Santa Sesilia, dan WKRI Ranting Santa Monika. Kehadiran empat ranting tersebut menjadi bukti bahwa semangat pelayanan dan persaudaraan hidup dalam setiap komunitas WKRI di Paroki Merombok.
Dengan mengenakan atribut organisasi dan perlengkapan sederhana, para ibu WKRI menyusuri bahu jalan, memungut sampah plastik, botol bekas, dan berbagai jenis sampah lainnya. Dalam beberapa jam, puluhan karung sampah berhasil dikumpulkan, menjadikan jalur utama menuju Paroki Merombok tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi masyarakat maupun para peziarah yang akan mengikuti rangkaian kegiatan Festival Golo Koe.
Ketua WKRI Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Rosalia Rosdiana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen organisasi sejak kepengurusan WKRI tingkat ranting resmi dilantik beberapa pekan lalu.
Menurutnya, setelah terbentuk dan dilantiknya kepengurusan empat ranting, WKRI Paroki Merombok tidak ingin hanya hadir sebagai organisasi perempuan Katolik, tetapi juga menjadi motor penggerak pelayanan di tengah kehidupan menggereja.
“Sejak resmi dibentuk dan kepengurusan tingkat ranting dilantik beberapa minggu lalu, WKRI Paroki Merombok terus tancap gas mengambil bagian dalam setiap kegiatan paroki. Keterlibatan ini merupakan bagian dari karya pelayanan WKRI bagi Gereja, khususnya di Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok,” ujar Rosalia.
Ia menjelaskan bahwa aksi memungut sampah dipilih karena kebersihan lingkungan merupakan wujud nyata dari iman yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

“Kami sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan karena kebersihan juga mencerminkan iman kita. Menyambut Bunda Maria Assumpta Nusantara tidak cukup hanya dengan mempersiapkan tempat, tetapi juga dengan mempersiapkan lingkungan yang bersih dan hati yang bersih. Karena itu, kami melaksanakan kerja bakti ini dengan penuh sukacita,” katanya.
Bagi para anggota WKRI, kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan jalan. Di balik setiap sampah yang dipungut, tersimpan semangat pelayanan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab merawat ciptaan Tuhan. Suasana penuh keakraban juga tampak selama kegiatan berlangsung. Di sela-sela kerja bakti, canda dan tawa para ibu mengiringi langkah mereka, menjadikan bakti sosial itu bukan hanya pelayanan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antaranggota dari empat ranting WKRI.
“Ibu-ibu WKRI sangat senang mengikuti kerja bakti ini. Selain memungut sampah, kegiatan ini juga menjadi olahraga bersama. Yang paling membahagiakan, puluhan karung sampah berhasil kami kumpulkan sehingga lingkungan menjadi jauh lebih bersih,” ungkap Rosalia.
Aksi yang dilakukan empat ranting WKRI Paroki Merombok juga menjadi bentuk dukungan terhadap tema Festival Golo Koe 2026, “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.” Semangat merawat lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan iman, karena mencintai ciptaan berarti menghargai anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada manusia.

Rosalia mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya hidup bersih dimulai dari hal-hal sederhana, yakni membuang sampah pada tempatnya.
“Jagalah lingkunganmu seperti engkau menjaga rumahmu sendiri. Bersih itu sehat, peduli sampah itu hebat. Karena itu, mari biasakan membuang sampah pada tempatnya. Satu sampah yang kita buang pada tempatnya dapat membantu menjaga kesehatan banyak orang dan mewujudkan lingkungan yang nyaman bagi semua,” pesannya.
Lawatan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok akan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026. Arca akan disambut secara adat melalui Curu Manggarai, diiringi tarian tradisional dan perarakan menuju gereja paroki sebagai bagian dari rangkaian ziarah menuju Festival Golo Koe 2026 Keuskupan Labuan Bajo.
Keterlibatan WKRI Ranting Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, WKRI Ranting Santa Ana, WKRI Ranting Santa Sesilia, dan WKRI Ranting Santa Monika menunjukkan bahwa semangat Festival Golo Koe telah tumbuh dan hidup di tengah umat. Melalui aksi sederhana memungut sampah, para perempuan Katolik Paroki Merombok memberi teladan bahwa menyambut Bunda Maria bukan hanya dengan menghias gereja atau memasang atribut penyambutan, tetapi juga dengan menghadirkan lingkungan yang bersih, hati yang tulus, serta semangat pelayanan yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan cara itulah, mereka ikut menghadirkan wajah Gereja yang peduli terhadap sesama, menghargai ciptaan, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah Masyarakat (Komsos Merombok-Tian Candra).





