Lautan Umat Sambut Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara di Paroki Merombok, Ribuan Peziarah Larut dalam Doa dan Sukacita Iman

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 08 03 at 19.27.23
Suasana Penjemputan Arca Bunda maria Assumta Nusantara di Germang Masuk Wilayah VI Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yeus Merombok. (Foto Komsos)

Merombok, 3 Agustus 2026 – Suasana haru, khidmat, dan penuh sukacita menyelimuti Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Senin (3/8/2026), ketika Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara tiba dalam lawatan ziarahnya sebagai bagian dari rangkaian Festival Golo Koe 2026 Keuskupan Labuan Bajo yang akan digelar pada 10–15 Agustus 2026.

Sejak pukul 15.00 Wita atau pukul 03.00 Sore, ribuan umat telah memadati gerbang masuk Wilayah VI Paroki Merombok di sekitar SMKN 3 Komodo, yang menjadi titik perbatasan dengan Paroki Sok Rutung. Mengenakan pakaian serba putih yang dipadukan dengan kain songke dan selendang khas Manggarai, umat datang dari berbagai wilayah untuk menyambut kedatangan Bunda Maria dengan penuh cinta dan penghormatan.

Pemandangan lautan manusia yang memadati sepanjang ruas jalan menjadi bukti bahwa lawatan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara bukan sekadar sebuah prosesi, melainkan momentum iman yang telah lama dinantikan umat.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Merombok, sebanyak 790 siswa dan guru SMKN 3 Komodo turut ambil bagian dalam penyambutan. Bersama ribuan umat dewasa dan anak-anak, mereka membentuk pagar betis di sepanjang jalur perarakan sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria.

WhatsApp Image 2026 08 03 at 19.27.26 1
980 Siswa Dan Guru SMKN 3 Komodo mementuk Pagar betis saat penjemputan arca Bunda maria Assumpta Nusantara yang berkunjung di Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus Merombok (Foto Komsos)

Saat iring-iringan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara tiba di gerbang penyambutan, suasana seketika berubah menjadi lautan sukacita. Alunan gong dan gendang menggema mengiringi Tarian Tiba Meka yang dibawakan para siswi SMKN 3 Komodo.

Tarian adat khas Manggarai tersebut menjadi ungkapan penghormatan kepada tamu agung yang datang membawa damai dan pengharapan bagi umat.

Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara dari umat Paroki Sok Rutung kepada umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok melalui Torok Penyerahan, yang kemudian disambut Torok Curu, sebuah ritus adat Manggarai sebagai simbol penerimaan penuh hormat dan persaudaraan.

Perjumpaan antara iman Katolik dan budaya Manggarai dalam prosesi ini menghadirkan harmoni yang menjadi ciri khas Festival Golo Koe—bahwa Injil dan budaya dapat berjalan bersama dalam mewartakan kasih Allah.

Dari gerbang penyambutan hingga Gereja Paroki Merombok, ribuan umat mengikuti perarakan dalam suasana doa yang begitu khusyuk.

Lantunan doa Rosario dan nyanyian pujian kepada Bunda Maria bergema silih berganti sepanjang perjalanan. Langkah demi langkah dihayati sebagai sebuah ziarah iman, menghadirkan keheningan di tengah keramaian.

Pada setiap stasi perhentian, umat bersama-sama merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario. Tidak sedikit umat yang tampak berlutut di pinggir jalan, menundukkan kepala dalam doa, bahkan meneteskan air mata ketika Arca Bunda Maria melintas di hadapan mereka.

WhatsApp Image 2026 08 03 at 19.27.18
Umat berlutut dan menangi saat archa Bunda Maria Assumpta Lewat di depan mereka. (Foto Komsos)

Momen itu menjadi ungkapan kerinduan yang mendalam akan kasih keibuan Maria yang senantiasa menemani perjalanan hidup umat beriman.

Pemandangan mengharukan juga tampak di sepanjang jalur perarakan. Banyak keluarga meletakkan salib, rosario, patung kudus, Kitab Suci, dan benda-benda devosi lainnya di atas meja kecil di depan rumah mereka agar diberkati ketika Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara melintas.

Ungkapan iman sederhana itu memperlihatkan betapa besar cinta umat kepada Bunda Maria, yang mereka yakini selalu mengantar setiap orang kepada Putranya, Yesus Kristus.

WhatsApp Image 2026 08 03 at 19.27.19
Umat meletakan Barang Kudus di pinggir jalan yang dilewati Arca Bunda Maria Assumpta Nusantara. (Foto Komsos)

“Maria Datang Membawa Yesus kepada Kita”

Dalam Semilir Sabda yang dipimpin Pastor Paroki, RD Antonius Sanor dengan mengacu pada Injil Lukas 1:40–42, mengajak umat melihat makna mendalam lawatan Bunda Maria melalui peristiwa kunjungannya kepada Elisabet.

“Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.'” (Luk. 1:40–42).

Pastor Anton mengatakan bahwa hadiah terbesar yang dibawa Maria kepada Elisabet bukanlah dirinya sendiri, melainkan Yesus yang dikandungnya.

“Hadiah istimewa Allah dalam rahim Maria, yakni Yesus, tidak disimpan Maria seorang diri, tetapi dibagikannya kepada Elisabet. Kini Maria juga sedang mengunjungi kita dan ingin menghadiahkan Yesus kepada kita. Marilah kita menyambut Yesus dan merasakan kehadiran-Nya dengan penuh sukacita. Seperti Elisabet, biarlah Roh Kudus menuntun kita agar mampu menemukan kehadiran Yesus dalam setiap perjuangan hidup kita sehari-hari,” ungkap Pastor Anton.

Pesan tersebut mengajak umat menyadari bahwa lawatan Bunda Maria bukan sekadar membawa sebuah arca untuk dihormati, tetapi menghadirkan Yesus ke tengah keluarga-keluarga, komunitas, dan kehidupan umat beriman. (Komsos Merombok, Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya