Merombok, 31 Mei 2026 – Umat Komunitas Basis Gerejawi (KBG) St. Stefanus, Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, menyambut penuh sukacita kunjungan pastoral RD Kristo Selamat dalam perayaan Misa Penutupan Bulan Maria yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026).
Kehadiran RD Kristo Selamat disambut secara adat Manggarai oleh umat sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kegembiraan atas kunjungan gembala umat tersebut. Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan yang diikuti umat dengan khusyuk dan antusias.

Dalam homilinya, RD Kristo Selamat mengangkat tema “Allah adalah Kasih yang Menghidupkan Persekutuan.” Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, ia mengajak umat untuk memahami bahwa Allah yang diimani sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah persekutuan kasih yang sempurna.
Mengutip Injil Yohanes, RD Kristo menjelaskan bahwa Allah begitu mengasihi dunia sehingga mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal demi keselamatan manusia. Allah hadir bukan untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan dan membawa manusia kepada kehidupan yang penuh kasih.
“Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menjadi wajah kasih Allah di tengah keluarga, lingkungan, dan komunitas. Kasih yang kita terima dari Allah harus diwujudkan dalam sikap saling menerima, mengampuni, dan melayani sesama,” ungkapnya.
Menurut RD Kristo, tantangan kehidupan bersama saat ini sering kali ditandai dengan kecenderungan untuk menghakimi, menyalahkan, dan memperbesar kesalahan orang lain. Padahal, Allah justru menunjukkan kasih, pengampunan, dan kesetiaan kepada umat-Nya.
Ia juga mengingatkan umat akan pengalaman Musa yang mengenal Allah sebagai pribadi yang pengasih, penyayang, sabar, dan setia. Meskipun umat Israel sering kali tegar tengkuk, Allah tetap mendampingi dan membimbing mereka dalam perjalanan hidup.

Sementara itu, pesan Santo Paulus dalam bacaan kedua menjadi ajakan bagi umat untuk hidup dalam sukacita, saling meneguhkan, sehati sepikir, dan membangun damai. Dengan demikian, Allah sumber kasih dan damai sejahtera akan senantiasa menyertai kehidupan mereka.
Secara khusus, RD Kristo mengajak umat KBG St. Stefanus untuk terus membangun keluarga dan komunitas yang dijiwai kasih Kristus. Ia menekankan pentingnya memelihara persaudaraan yang rukun, menjauhi iri hati dan permusuhan, memperkuat semangat gotong royong, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama melalui pelayanan nyata.
Perayaan penutupan Bulan Maria tersebut menjadi momentum bagi umat untuk memperbarui komitmen hidup beriman sekaligus memperkuat persekutuan dalam komunitas. Semangat kasih yang dicontohkan oleh Allah Tritunggal diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.
Menutup homilinya, RD Kristo Selamat mengajak umat untuk menjadikan keluarga dan komunitas sebagai tempat bertumbuhnya kasih, damai, dan persaudaraan sejati.
“Di mana ada kasih, di situ Allah hadir. Di mana ada persaudaraan, di situ Tritunggal Mahakudus dimuliakan,” pesannya.
(Komsos Paroki Merombok-Eka/Tian Candra**)





