Merombok, 27 Mei 2026 – Kunjungan pastoral RD. Antonius Sanor di KBG Santo Agustinus Merombok, Rabu (27/05/2026), menjadi momentum refleksi bagi umat tentang pentingnya pengorbanan, pelayanan, dan semangat berbagi dalam membangun Gereja.
Dalam homilinya, Pastor Antonius menegaskan bahwa perkembangan Gereja Katolik hingga saat ini merupakan buah dari kerja keras, pengorbanan, dan pemberian diri penuh kasih dari para murid Yesus dan para pengikut Gereja sepanjang sejarah.
“Tentu umat Katolik sekarang bisa berkembang begitu besar karena ada orang-orang yang rela berkorban, melayani, dan memberikan dirinya dengan penuh kasih,” ungkapnya di hadapan umat.
Ia mengajak umat untuk melihat perjalanan Gereja Katolik di Manggarai sebagai contoh nyata bagaimana pengorbanan melahirkan pertumbuhan iman. Pastor Antonius mengingat kembali sejarah masuknya Gereja Katolik di Manggarai pada tahun 1912 yang diawali hanya dengan lima orang yang dibaptis di Reo.
“Dari lima orang yang dibaptis itu, Gereja terus berkembang hingga sekarang. Ini semua buah dari kerja keras, pengorbanan, dan pelayanan yang total,” katanya.
Menurutnya, perkembangan yang sama juga dialami oleh Paroki Merombok. Dari wilayah pelayanan kecil dengan jumlah umat terbatas, kini telah berkembang menjadi paroki definitif di Keuskupan Labuan Bajo sejak 18 Januari 2026.
“Kalau dulu tidak ada orang yang mau menjadi koster, guru agama, ketua KBG, atau melayani kegiatan Gereja, tentu Gereja di Merombok tidak akan berkembang seperti sekarang,” ujarnya.

Gereja Dipanggil untuk Melayani
Mengacu pada bacaan Injil tentang Yakobus dan Yohanes, Pastor Antonius menekankan bahwa Gereja bukan tempat mencari kedudukan atau kehormatan, melainkan ruang untuk melayani dengan penuh kasih.
“Yesus mengingatkan bahwa Gereja bukan Gereja yang dilayani, tetapi Gereja yang siap melayani,” tegasnya.
Ia mengatakan, pengorbanan Yesus di kayu salib menjadi dasar utama kehidupan Gereja. Karena cinta kasih-Nya yangtotal kepada manusia, Gereja dapat terus hidup dan berkembang sampai saat ini.
“Keselamatan terjadi karena pengorbanan penuh kasih. Dan Yesus tidak hanya berbicara tentang itu, tetapi melakukannya sendiri,” katanya.
Karena itu, setiap umat dipanggil untuk memberi diri dan memberikan yang terbaik demi kemajuan Gereja, mulai dari lingkungan KBG, wilayah, paroki, hingga keuskupan.
Meneladani Santo Agustinus
Dalam kesempatan itu, Pastor Antonius juga mengajak umat Santo Agustinus untuk meneladani perubahan hidup Santo Agustinus yang menjadi pelindung KBG. Ia mengisahkan bahwa Santo Agustinus pada awal hidupnya pernah jauh dari Gereja, namun berkat doa ibunya, Santa Monika, ia mengalami pertobatan dan akhirnya menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan.
“Agustinus menjadi santo besar karena ia rela mengorbankan dirinya dan memberikan hidupnya untuk pelayanan,” ujarnya.
Pastor Antonius menegaskan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berbagi dan melayani. Ia mengutip pesan Paus Yohanes Paulus II yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang terlalu miskin hingga tidak bisa memberi, dan tidak ada orang yang terlalu kaya hingga tidak membutuhkan orang lain.
“Panggilan setiap orang beriman adalah panggilan untuk berbagi dan berkorban dengan penuh kasih,” tutupnya.
Kunjungan pastoral tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi penguatan iman bagi umat KBG Santo Agustinus untuk terus membangun kebersamaan serta semangat pelayanan dalam kehidupan menggereja. (Komsos Paroki Merombok/Tian Candra**)





