RD. Antonius: Hidup Sesuai Kehendak Allah, “Ahi Hara Ru” Jadi Kunci Keharmonisan Bersama

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 5 Juni 2026Pastor Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok, RD. Antonius Sanor, mengajak umat untuk hidup seturut kehendak Allah dan tidak mengutamakan keinginan pribadi. Pesan itu disampaikannya dalam homili pada Misa Komunitas di Wae Cireng, KBG St. Agustinus Merombok, Jumat (5/6/2026) malam.

Perayaan Ekaristi tersebut menjadi puncak rangkaian doa Rosario selama Bulan Maria sekaligus penutup aksi nyata Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang dijalankan umat KBG St. Agustinus sepanjang Mei 2026 dengan tema “Doa, Pantang dan Puasa sebagai Sumber Kehidupan Beriman dan Dasar Solidaritas kepada Sesama.”

RD. Antonius Hidup Sesuai Kehendak Allah Ahi Hara Ru Jadi Kunci Keharmonisan Bersama

Sebagai wujud nyata tema tersebut, umat secara sukarela mengumpulkan paket sembako yang kemudian dibagikan kepada lima penerima manfaat di lingkungan sekitar KBG St. Agustinus. Suasana misa berlangsung khidmat dan penuh semangat kekeluargaan. Umat tampak antusias menyambut kehadiran Pastor Paroki dan mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan penuh perhatian.

Dalam homilinya, RD. Antonius mengangkat sebuah ungkapan sederhana dalam Bahasa Manggarai dialek Kolang yang menurutnya menjadi pedoman penting dalam membangun kehidupan bersama, yakni “Ahi Hara Ru”, yang berarti jangan mengikuti kehendak sendiri.

“Supaya hidup bersama itu baik, ahi hara ru. Kita perlu mengikuti kehendak Allah, bukan kehendak sendiri,” tegasnya.

Berangkat dari bacaan Injil hari itu, Pastor Antonius menjelaskan bahwa Allah harus menjadi Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Karena itu, setiap orang beriman dipanggil untuk membiarkan dirinya dibimbing, dituntun, dan diarahkan oleh kehendak Allah.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam kehidupan bersama adalah kecenderungan manusia untuk lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Banyak orang menjadikan dirinya sebagai pusat segala keputusan sehingga lebih mengikuti keinginan sendiri daripada kehendak bersama maupun kehendak Tuhan.

“Kebanyakan orang lebih suka mengikuti kehendaknya sendiri. Mereka menjadikan diri mereka sebagai tuan atas hidupnya dan lebih menuruti keinginannya daripada kehendak Allah,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan umat akan berbagai bentuk “tuhan-tuhan” lain yang sering menguasai hidup manusia, seperti harta benda maupun dunia digital yang dapat membuat seseorang lupa pada sesama yang berada di sekitarnya.

Meski demikian, Pastor Antonius menegaskan bahwa hidup sesuai kehendak Allah tetap memungkinkan dijalani apabila umat menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup. Dengan demikian, seseorang akan semakin mampu membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah.

Secara khusus, ia mengapresiasi kehidupan kebersamaan yang selama ini terjalin di KBG St. Agustinus. Menurutnya, meskipun umat berasal dari berbagai latar belakang, mereka dapat hidup rukun karena mengedepankan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, persaudaraan, dan perdamaian.

“Kita berasal dari berbagai tempat, berbagai asal, dengan berbagai keinginan dan harapan. Tetapi kita bersyukur karena boleh dipersatukan sebagai saudara-saudari di tempat ini. Yang memungkinkan hal itu terjadi adalah karena kita mengikuti perintah dan tuntunan Tuhan dalam kehidupan kita,” katanya.

Di akhir homili, Pastor Antonius mengajak seluruh umat untuk terus memelihara semangat persaudaraan yang telah terbangun selama ini. Ia menegaskan bahwa keharmonisan komunitas hanya dapat bertahan apabila setiap anggota rela mengesampingkan ego pribadi demi kepentingan bersama dan kehendak Allah. “Ketika kita mengedepankan perbuatan baik, saling mengasihi, dan hidup dalam damai, sesungguhnya kita sedang hidup seturut kehendak Allah. Itulah kunci agar kebersamaan kita tetap terjaga,” pungkasnya. (Komsos Paroki Merombok/Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya