RD. Anton: Keluarga Tetap Menjadi Sekolah Pertama dan Utama bagi Anak

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 13 Juni 2026 – Suasana sukacita dan haru mewarnai acara pelepasan peserta didik TKK Bhineka Bakti Nusantara Kaper Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman sekolah, Sabtu (13/6/2026). Sebanyak 50 anak secara resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak dan siap melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.

Acara pelepasan ditandai dengan prosesi pelepasan peserta didik, penyerahan tanda kelulusan, serta pemberian kenang-kenangan kepada para siswa. Momen tersebut menjadi pengalaman emosional bagi para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka menapaki tahap baru dalam perjalanan pendidikan.

RD. Anton Keluarga Tetap Menjadi Sekolah Pertama dan Utama bagi Anak

Hadir dalam kegiatan tersebut Pastor Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, RD Antonius Sanor, yang juga memimpin Perayaan Ekaristi sebagai puncak rangkaian acara. Dalam homilinya, RD. Anton menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi sekolah pertama dan utama dalam membentuk karakter serta iman anak.

Mengacu pada bacaan harian peringatan Hati Tersuci Bunda Maria, RD. Anton mengajak para orang tua meneladani Bunda Maria yang dengan penuh kasih mendidik dan membesarkan Yesus. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini karena masa kanak-kanak merupakan fondasi pembentukan pribadi seseorang.

“Anak perlu diajar dan dididik sejak kecil. Kalau sudah besar akan sulit, ibarat kayu yang sudah tumbuh besar sangat sulit untuk diluruskan,” tegasnya.

Selain keluarga, RD. Anton juga menyoroti pentingnya peran guru dalam proses pendidikan anak. Ia mengatakan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap hidup, disiplin, dan nilai-nilai moral.

“Guru adalah mitra orang tua dalam mendidik anak. Ketika guru mengajar dengan hati, anak-anak tidak hanya belajar dengan pikiran, tetapi juga dengan jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembentukan karakter anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, gereja, dan komunitas masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurut RD. Anton, sekolah memberikan struktur pembelajaran yang terarah, gereja membina iman dan spiritualitas, sementara lingkungan masyarakat menjadi tempat anak belajar nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial.

Pada akhir perayaan, RD. Anton menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di TKK Bhineka Bakti Nusantara Kaper. Ia berharap para siswa terus melangkah dengan semangat belajar yang tinggi serta mendapat dukungan penuh dari keluarga, guru, dan lingkungan sekitar.

“Keberhasilan pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan buah kerja sama keluarga, guru, gereja, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan siap menghadapi masa depan,” tutupnya.

(Komsos Paroki Merombok – Sefry Jemadu/Ketua KBG Santa Theresia Kaper, Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya