Maria Assumpta Akan Sambangi 26 Paroki, Festival Golo Koe 2026 Gaungkan Ziarah dan Keutuhan Ciptaan

Sebarkan Berita ini!

Labuan Bajo, 5 Juni 2026 – Patung Bunda Maria Assumpta akan mengunjungi 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum ribuan peziarah dan wisatawan berkumpul dalam Festival Golo Koe 2026. Mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, festival tahun kelima ini siap menghadirkan perpaduan spiritualitas, budaya, dan gerakan ekologis di Labuan Bajo.

Peluncuran tema dan rangkaian kegiatan Festival Golo Koe 2026 diumumkan secara resmi oleh panitia pada Jumat (5/6/2026). Festival yang telah menjadi agenda tahunan unggulan di Labuan Bajo tersebut kembali mengajak masyarakat untuk memaknai pariwisata sebagai ruang perjumpaan yang memperkuat persaudaraan, menghargai budaya, dan merawat alam sebagai rumah bersama.

Panitia menjelaskan bahwa tema tahun ini menegaskan Festival Golo Koe bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah ziarah spiritual komunal yang bersifat inklusif dan sinodal. Bunda Maria Assumpta, yang menjadi ikon utama festival, dihadirkan sebagai simbol harapan bagi umat manusia dalam perjalanan menuju kepenuhan hidup bersama Sang Khalik.

Semangat sinodal dan inklusif menjadi salah satu pesan utama yang diangkat dalam festival. Nilai tersebut diwujudkan melalui keterbukaan terhadap keberagaman etnis, budaya, dan agama dalam semangat persaudaraan dan toleransi. Selain itu, festival juga mengajak masyarakat melihat pariwisata bukan hanya sebagai aktivitas ekonomi, tetapi sebagai sarana membangun relasi yang harmonis antara manusia, budaya, dan alam.

Aspek keutuhan ciptaan mendapat perhatian khusus dalam penyelenggaraan tahun ini. Festival Golo Koe 2026 mendorong praktik pariwisata berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan bersama. Di saat yang sama, keterlibatan aktif masyarakat lokal melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari semangat festival.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Prosesi Maria Assumpta Nusantara lintas paroki yang berlangsung mulai 1 Juli hingga 5 Agustus 2026. Dalam prosesi tersebut, patung Bunda Maria Assumpta akan diarak melalui jalur laut dan darat untuk mengunjungi 26 paroki di seluruh wilayah Keuskupan Labuan Bajo. Prosesi ini diharapkan menjadi momentum penguatan iman sekaligus mempererat persaudaraan antarumat di berbagai wilayah keuskupan.

Pekan puncak Festival Golo Koe 2026 akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan di Waterfront City Marina dan Bukit Golo Koe, Labuan Bajo.

Pada hari pertama, 10 Agustus, festival akan dibuka dengan Pameran UMKM Ekonomi Kreatif dan Pentas Seni Budaya Nusantara. Kegiatan berlanjut pada 11 Agustus dengan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) serta aksi ekologis berupa penanaman mangrove dan rehabilitasi terumbu karang.

Sementara itu, pada 12 Agustus akan digelar pemeriksaan kesehatan gratis, Karnaval Budaya, serta Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara. Hari berikutnya, 13 Agustus, masyarakat akan disuguhkan Teater Budaya Manggarai dan pertunjukan Caci yang dibawakan para pelajar.

Salah satu agenda yang diperkirakan menjadi magnet utama festival adalah Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus. Prosesi tersebut memadukan perjalanan laut menggunakan kapal pinisi dengan prosesi darat yang melintasi tujuh stasi di kawasan Labuan Bajo.

Festival akan mencapai puncaknya pada 15 Agustus bertepatan dengan Pesta Maria Assumpta. Kegiatan hari terakhir meliputi ziarah rohani mandiri, Misa Akbar Maria Assumpta, seremoni penutupan, pesta kembang api, dan konser musik.

Panitia menargetkan sekitar 50.000 pengunjung akan menghadiri Festival Golo Koe 2026, mulai dari masyarakat lokal, umat lintas agama, peziarah, hingga wisatawan mancanegara. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperkuat citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Tahun 2026 menjadi tonggak penting karena menandai lima tahun perjalanan Festival Golo Koe. Berawal dari upaya memadukan spiritualitas Katolik dengan kekayaan budaya lokal Manggarai, festival ini terus berkembang menjadi salah satu ajang unggulan di tingkat nasional. Dalam dua tahun terakhir, Festival Golo Koe berhasil menembus jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) yang dikurasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Melalui semangat ziarah komunal, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan, Festival Golo Koe 2026 diharapkan semakin mempertegas identitas Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang mendalam. (Komsos Paroki Merombok/Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya

Mgr. Maksimus Regus: Labuan Bajo Harus Menjadi Oase Spiritual dan Ruang Transformasi Kehidupan

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menegaskan bahwa Labuan Bajo tidak hanya harus dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga menjadi oase spiritual dan ruang transformasi kehidupan yang mendorong perubahan batin, sosial, ekonomi, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Penegasan itu disampaikannya saat me-launching Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pantai Sudamala, Labuan Bajo, Kamis (4/6/2026).

Read More »

KBG St. Stefanus Teguhkan Persatuan dan Semangat Doa pada Penutupan Bulan Maria

Semangat persatuan, kebersamaan, dan kehidupan doa kembali diteguhkan umat Komunitas Basis Gerejawi (KBG) St. Stefanus dalam perayaan penutupan Bulan Maria yang berlangsung meriah dan penuh khidmat, Minggu (31/5/2026). Momentum yang bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus itu menjadi kesempatan bagi umat untuk memperbarui komitmen hidup dalam persaudaraan dan persekutuan iman.

Read More »

OMK Merombok Didorong Jadi Ujung Tombak Sukseskan Program Pepayanisasi

Orang Muda Katolik (OMK) se-Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok didorong menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Pepayanisasi yang digagas Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Dewan Pastoral Paroki (DPP). Program tersebut disosialisasikan dalam kegiatan rekoleksi dan temu akrab OMK yang berlangsung di Gereja Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Jumat (29/05/2026).

Read More »