Menanti 14 Tahun, Maria Destefani Limba Akhirnya Diterima dalam Gereja Katolik Bersama Putrinya

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 14 Juni 2026 – Perayaan Ekaristi Minggu di Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok berlangsung berbeda dan penuh sukacita. Dalam misa yang dipimpin oleh RD. Antonius Sanor, umat menyaksikan penerimaan Sakramen Baptis bagi seorang ibu muda bersama putrinya yang telah memantapkan hati untuk mengikuti Kristus dan bergabung dalam Gereja Katolik.

Ibu Desi Fariatun Limba, yang setelah dibaptis menerima nama baptis Maria Destefani Limba, bersama putrinya Gearsila Ensten Jenudin, menerima Sakramen Baptis setelah menjalani proses katekumenat dan pendampingan iman. Saksi baptis bagi keduanya adalah Yosef Jelahu dan Herlina Karolina Jelita.

Menanti 14 Tahun Maria Destefani Limba Akhirnya Diterima dalam Gereja Katolik Bersama Putrinya

Sebelumnya, Maria Destefani Limba dan putrinya memeluk agama Islam. Setelah melalui perjalanan iman yang panjang dan penuh pergumulan, keduanya akhirnya mengambil keputusan untuk menerima Kristus dan menjadi bagian dari Gereja Katolik.

Penerimaan Sakramen Baptis dilaksanakan dalam rangkaian Perayaan Ekaristi. Ritus diawali dengan perkenalan calon baptis dan pernyataan kesediaan mereka untuk menjadi pengikut Kristus. Selanjutnya doa umat bagi calon baptis yang akan menerima rahmat sakramen.

Ritus berlanjut dengan pemberkatan air baptis oleh imam sebagai kenangan akan karya keselamatan Allah melalui air. Setelah itu, calon baptis menyatakan penolakan terhadap setan dan segala perbuatannya serta mengikrarkan iman Gereja.

Puncak perayaan terjadi ketika RD. Antonius Sanor membaptis keduanya dengan menuangkan air baptis sambil mengucapkan, “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.”

Sebagai orang dewasa yang menerima baptisan, Maria Destefani Limba juga menerima Sakramen Penguatan (Krisma) dan Komuni Kudus untuk pertama kalinya, sehingga ia menerima Sakramen Inisiasi Kristen secara lengkap, yakni Baptis, Krisma, dan Ekaristi dalam satu perayaan. Sementara itu, putrinya, Gearsila Ensten Jenudin, menerima Sakramen Baptis sesuai usianya.

Sebagai bagian dari ritus pembaptisan, keduanya dikenakan pakaian putih yang melambangkan hidup baru dalam Kristus dan menerima lilin bernyala yang dinyalakan dari Lilin Paskah sebagai tanda menerima terang Kristus dalam hidup mereka.

Usai pembaptisan, RD. Antonius Sanor menyampaikan ucapan selamat kepada anggota baru Gereja tersebut dan mengajak seluruh umat untuk menerima mereka sebagai bagian dari keluarga besar Gereja.

“Saya ingin menyampaikan selamat bergabung untuk saudara kami Desi dan juga Grace yang pada hari ini sudah dibaptis menjadi anggota Gereja. Sekali lagi saya mengajak kita semua untuk menyambut anggota baru kita ini dengan sukacita. Semoga oleh rahmat pembaptisan yang diterima pada hari ini, Desi sekeluarga akan menjadi anggota Gereja Katolik yang setia seperti yang telah dijanjikan dalam surat pernyataan tadi,” ujar RD. Antonius.

Bagi Maria Destefani Limba, hari itu menjadi jawaban atas kerinduan yang telah disimpannya selama bertahun-tahun. Kepada Komsos Paroki Merombok usai perayaan Ekaristi, ia mengaku merasa lega, bahagia, bersyukur, dan terharu karena akhirnya dapat bergabung dalam Gereja Katolik bersama putrinya.

“Ini adalah kerinduan saya sejak tahun 2012. Empat belas tahun perjalanan yang penuh gejolak dan pergumulan. Namun akhirnya saya bersama putri saya memantapkan hati untuk menerima Yesus dan menjalani proses katekumenat hingga hari ini,” tuturnya.

Maria juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya berharap dapat menerima baptisan tepat pada hari ulang tahunnya, 26 Desember 2025. Namun karena berbagai kendala yang dihadapi, keinginan tersebut baru dapat terwujud pada 14 Juni 2026.

Meski telah resmi menjadi anggota Gereja Katolik, Maria menyadari bahwa perjalanan imannya masih panjang. Karena itu, ia berharap mendapat dukungan dan pendampingan dari umat agar dapat terus bertumbuh dalam kehidupan rohani.

“Saya adalah pribadi yang lemah. Saya membutuhkan dukungan dari banyak umat agar dapat membangun hidup rohani yang lebih baik dan menjadi contoh yang baik bagi anak saya,” ungkapnya.

Peristiwa pembaptisan ini menjadi kesaksian bahwa panggilan Tuhan bekerja dalam waktu-Nya sendiri. Setelah penantian selama 14 tahun, Maria Destefani Limba akhirnya menemukan rumah iman yang dirindukannya. Bersama putrinya, ia kini memulai lembaran baru kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Gereja Katolik, dengan harapan untuk terus bertumbuh dalam iman dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga dan masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya

Talenta Tak Mengenal Usia: Klaudio Saputra Mado, Dirigen Cilik yang Pimpin Koor Dewasa dengan Percaya Diri

Perayaan Ekaristi Minggu di Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok tidak hanya menghadirkan sukacita melalui penerimaan Sakramen Baptis bagi Maria Destefani Limba dan putrinya, Gearsila Ensten Jenudin. Di tengah suasana khidmat dan penuh syukur itu, perhatian umat juga tertuju pada sosok seorang dirigen cilik yang memimpin koor dewasa dengan penuh percaya diri.

Read More »