Merombok, 14 Juni 2026 – Seiring dengan peningkatan status Stasi Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok menjadi paroki, Organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Merombok juga tengah melakukan penguatan organisasi. WKRI Ranting Merombok kini sedang berproses menuju peningkatan status menjadi WKRI Cabang Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok.
Ketua WKRI Paroki Merombok, Rosalia Rosdina, menjelaskan bahwa salah satu syarat utama untuk menjadi cabang adalah adanya ranting-ranting yang berada di bawah koordinasinya. Karena itu, pembentukan ranting menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan organisasi hingga ke tingkat komunitas umat.
“Pembentukan ranting bertujuan untuk mendekatkan pelayanan organisasi langsung kepada umat di tingkat akar rumput. Pemberdayaan perempuan dan karya sosial akan jauh lebih efektif jika diwujudkan melalui komunitas basis yang lebih kecil dan terjangkau,” ujar Rosalia.
Menurutnya, kehadiran ranting akan mempermudah anggota dalam menghimpun aspirasi, menyusun program kerja yang sesuai kebutuhan umat, mengembangkan potensi perempuan Katolik, serta menjadi wadah pastoral yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan kehidupan keluarga. Selain itu, ranting juga diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan Gereja dalam melibatkan kaum perempuan dalam karya perutusan.
Sebagai tindak lanjut dari proses pengembangan organisasi tersebut, WKRI Paroki Merombok telah membentuk tiga ranting baru sekaligus memilih para ketua yang akan memimpin masing-masing wilayah.
Ranting Santa Ana dipimpin oleh Vinsensia N. Hading sebagai ketua, didampingi Marselina D. Keraru sebagai Wakil Ketua I dan Katarina T. Kartini sebagai Wakil Ketua II.

Ranting Santa Sesilia dipimpin oleh Rosalia Naul sebagai ketua, dengan Emilia Sekunda sebagai Wakil Ketua I dan Susan Dasilva sebagai Wakil Ketua II.

Sementara itu, Ranting Santa Monika dipimpin oleh Melinia Dopo sebagai ketua, didampingi Helena Darlia sebagai Wakil Ketua I dan Yohana S. Lembunai sebagai Wakil Ketua II.

Dalam arahannya, Rosalia meminta para ketua terpilih untuk segera menyusun struktur kepengurusan lengkap di masing-masing ranting. Pengurus yang telah terbentuk nantinya akan dikukuhkan secara resmi oleh Pastor Paroki selaku penasihat organisasi.
Ia berharap WKRI terus menjadi wadah yang kokoh bagi perempuan Katolik untuk terlibat aktif dalam kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat. Keterlibatan tersebut, lanjutnya, harus senantiasa berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Ajaran Sosial Gereja.
Untuk mendukung keberhasilan program kerja organisasi, seluruh anggota WKRI diajak menghidupi tiga semangat utama, yakni kerja sama, loyalitas, dan pengorbanan. Ketiga nilai tersebut dinilai penting dalam membangun organisasi yang solid, melayani, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman. Dengan terbentuknya tiga ranting baru ini, WKRI Merombok optimistis dapat semakin memperluas jangkauan pelayanan dan memperkuat peran perempuan Katolik dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat. (Komsos Paroki Merombok, Kontributor: Agust Bayu- Editor: Tian Candra**)





