Merombok, 29 Mei 2026 — Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok terus mendorong pemberdayaan umat melalui berbagai gerakan berbasis komunitas. Salah satunya dilakukan oleh KBG St. Arnoldus Jansen melalui Program GeSArd atau Gerakan Swadaya Arnoldus Jansen yang kini berkembang menjadi wadah penguatan sosial dan ekonomi umat.
Ketua Komunitas Simpan Pinjam sekaligus Wakil Ketua KBG St. Arnoldus Jansen, Lodovikus Anjut, dalam rilis yang diterima Komsos Paroki Merombok, Jumat (29/5/2026), menjelaskan bahwa GeSArd lahir dari kesadaran bersama untuk membangun kemandirian umat di tingkat komunitas basis gerejawi (KBG).

Dalam pelaksanaannya, GeSArd mendorong keterlibatan umat melalui dua program utama, yakni gerakan sumbangan sukarela umat minimal Rp2.000 per jiwa dan pengembangan komunitas simpan pinjam di tingkat KBG.
“GeSArd dibangun atas kesadaran bahwa KBG bukan hanya tempat persekutuan doa, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan kehidupan sosial dan ekonomi umat secara mandiri,” tulisnya.
Program sumbangan sukarela yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun itu berhasil menghimpun dana sosial sekitar Rp2.750.000. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan umat, kegiatan rohani, dan berbagai kegiatan sosial di lingkungan KBG.
Sementara itu, komunitas simpan pinjam yang dikembangkan di lingkungan KBG St. Arnoldus Jansen terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga April 2026, komunitas tersebut telah memiliki aset sebesar Rp56 juta dan membantu pembiayaan usaha mikro bagi 42 anggota.

Menurut Lodovikus, kehadiran komunitas simpan pinjam memberikan kesempatan bagi anggota untuk memperoleh dukungan modal usaha serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain penguatan ekonomi, GeSArd juga menanamkan nilai solidaritas, gotong royong, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan menggereja. Salah satu bentuk nyata kegiatan sosial yang dijalankan ialah gotong royong mencari kayu api sebagai upaya mengatasi kelangkaan BBM sekaligus mendukung penghematan energi.
“Pemberdayaan ekonomi yang berjalan bersama kegiatan rohani dan sosial akan menciptakan komunitas yang lebih kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman GeSArd menunjukkan bahwa komunitas mampu menciptakan perubahan nyata apabila umat terlibat aktif, saling percaya, dan menjalankan gerakan secara konsisten. (Komsos Paroki Merombok/Tian Candra**)





