
Merombok 25 Juli 2026 – Semangat pelayanan dan pemberdayaan perempuan semakin mengakar di Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok. Hal itu ditandai dengan Pelantikan Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Santa Ana, Santa Sisilia, dan Santa Monika Masa Bakti 2026–2029, yang dirangkaikan dengan sosialisasi Peran Perempuan dalam Perlindungan Anak dari Jerat Prostitusi Online, di Gereja Paroki, Sabtu (25/7/2026).
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki RD. Antonius Sanor. Acara juga dihadiri Ketua WKRI Dewan Pengurus Cabang (DPC) Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Adeltrudis Danus, para suster, Dewan Pastoral Paroki, para ketua wilayah dan KBG, serta anggota WKRI dari berbagai ranting.
Dalam homilinya yang bertepatan dengan Pesta Santo Yakobus Rasul, RD. Antonius Sanor mengingatkan bahwa menjadi pengurus organisasi Gereja bukanlah sebuah kehormatan, melainkan panggilan untuk melayani.
Mengacu pada Injil hari itu, Pastor Antonius menegaskan bahwa Yesus mengajarkan ukuran kebesaran yang berbeda dengan dunia. Jika dunia mengejar jabatan, popularitas, dan pengaruh, maka dalam Kerajaan Allah, kebesaran justru diwujudkan melalui kerendahan hati dan pelayanan.
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,” kutip Pastor Antonius mengulang pesan Yesus kepada umat.
Ia mengajak para pengurus WKRI yang baru dilantik agar tidak memandang jabatan sebagai posisi untuk dihormati, melainkan kesempatan untuk mengabdikan diri bagi Gereja dan sesama.
“Menjadi pengurus bukan berarti memperoleh kedudukan yang lebih tinggi daripada anggota lainnya. Menjadi pengurus berarti menerima panggilan untuk melayani dengan lebih sungguh-sungguh,” pesannya.

Ketua WKRI DPC Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Adeltrudis Danus, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya tiga ranting WKRI di Paroki Merombok. Menurutnya, kehadiran WKRI menjadi bukti semakin berkembangnya organisasi perempuan Katolik di Keuskupan Labuan Bajo.
Ia mengucapkan proficiat kepada seluruh pengurus yang telah mengucapkan janji di hadapan Tuhan dan Gereja untuk mengemban tugas pelayanan.
“Menjadi pengurus bukan berarti memperoleh kedudukan yang lebih tinggi daripada anggota lainnya. Menjadi pengurus berarti menerima panggilan untuk melayani dengan lebih sungguh-sungguh,” pesannya.
Adeltrudis menegaskan bahwa WKRI merupakan wadah bagi perempuan Katolik untuk terus bertumbuh dalam iman sekaligus berkontribusi bagi kehidupan sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus memperkuat kolaborasi dengan Gereja, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.
Selain itu, ia mendorong peningkatan kaderisasi, pemberdayaan perempuan, serta penguatan gerakan perlindungan anak, sembari terus merawat alam sebagai rumah bersama.
Secara khusus, ia mengapresiasi semangat pelayanan anggota WKRI Paroki Merombok yang selama ini dinilai sangat aktif. Hal itu, menurutnya, tercermin dari berbagai laporan kegiatan yang diterima setiap tahun.
“Saya melihat pelayanan ibu-ibu di Merombok sangat luar biasa. Ketika mereka mengajukan pembentukan ranting dan pelantikan, saya merasa sangat bersyukur karena WKRI di Keuskupan Labuan Bajo terus berkembang,” katanya.
Sementara itu Ketua Panitia, Rosalia Rosdiana, menjelaskan bahwa pelantikan pengurus dirangkaikan dengan sosialisasi mengenai peran perempuan dalam melindungi anak dari ancaman prostitusi online.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan tidak hanya mengukuhkan kepengurusan baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas kaum perempuan, khususnya para ibu, sebagai benteng utama dalam menjaga anak-anak dari berbagai bentuk eksploitasi di era digital.
Kegiatan mengusung tema HUT WKRI ke-102, yakni “Melanjutkan Langkah Harapan, Merawat Rahim Kehidupan Demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi.”
Rosalia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan didukung oleh WKRI, Paroki Merombok, para donatur, serta partisipasi seluruh anggota. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, para ketua wilayah dan KBG, WKRI DPC Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, serta narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Di akhir laporannya, Rosalia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh dedikasi demi kemajuan organisasi, Gereja, dan masyarakat.
Dengan terbentuknya tiga ranting baru tersebut, WKRI Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diharapkan semakin menjadi ruang pembinaan perempuan Katolik yang beriman, berdaya, peduli terhadap perlindungan anak, serta mampu menghadirkan karya nyata bagi Gereja dan masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Eka )





