
Labuan Bajo, 30 Agustus 2026 – Kepedulian terhadap korban gempa bumi Flores terus ditunjukkan berbagai kalangan. Kali ini, anak-anak Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok hadir memberikan dukungan dan keceriaan bagi para korban gempa yang mengungsi di Posko Keluarga Besar Manggarai Timur, halaman Kantor Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (30/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian anak-anak Sekami terhadap saudara-saudari yang terdampak bencana. Mereka datang tidak hanya membawa bantuan berupa sembako, tetapi juga buku gambar, alat tulis, aneka jajanan, serta berbagai perlengkapan untuk menghibur anak-anak di posko pengungsian.
Para korban di posko tersebut merupakan warga yang terdampak langsung gempa. Sebagian kehilangan rumah, mengalami luka akibat tertimpa bangunan, bahkan terdapat korban yang mengalami patah tulang dan kehilangan anggota keluarga. Sejumlah korban luka menjalani perawatan di RSUD Komodo yang berada tepat di seberang lokasi posko pengungsian.
Para korban selamat, baik anak-anak maupun orang dewasa, terpaksa meninggalkan rumah dan hanya membawa pakaian yang melekat di tubuh. Kondisi tersebut membuat kehidupan mereka di pengungsian tidak mudah, terlebih bagi anak-anak yang masih membutuhkan rasa aman dan pendampingan.

Dalam kunjungannya, anak-anak Sekami mengajak anak-anak korban gempa bernyanyi, menggambar bersama, bercerita, bermain, hingga menggendong balita. Suasana di dalam tenda pengungsian pun berubah menjadi lebih ceria ketika anak-anak mulai berinteraksi dan bermain bersama.
Pembina Sekami Paroki Merombok, Theresia Gema Kwuta, kepada Komsos Paroki Merombok mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan bela rasa anak-anak Sekami terhadap para korban gempa, khususnya anak-anak yang berada di posko pengungsian.
Menurutnya, anak-anak Sekami tidak hanya dilatih untuk memahami dan menghayati iman, tetapi juga untuk mempraktikkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak Sekami dilatih untuk tidak sekadar beriman, tetapi juga mempraktikkan iman dengan mengunjungi dan hadir bersama para korban, terutama anak-anak di posko pengungsian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan bermain, bernyanyi dan menggambar bersama menjadi cara sederhana yang dilakukan anak-anak Sekami untuk memberikan penghiburan kepada korban. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu mengurangi rasa takut dan trauma yang dialami anak-anak setelah bencana.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak di posko merasa terhibur. Semoga sedikit demi sedikit rasa takut dan trauma mereka dapat berkurang,” kata Ema.
Kunjungan anak-anak Sekami Paroki Santa Theresia Merombok menjadi pesan sederhana bahwa kepedulian terhadap sesama dapat dimulai sejak usia dini. Di tengah situasi bencana, kehadiran, perhatian, dan kebersamaan menjadi bentuk kasih yang mampu memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. (Komsos Merombok-Tian Candra)





