Tidak Terutama untuk Mengejar Juara, tapi Jadikan Sabda Tuhan Pedoman Hidup

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 10 21 at 16.59.00
Sambutan Pastor Paroki RD. Antonius Sanor membuka Lomba Baca Kitab Suci. (Foto Komsos)

Berbagai jenis lomba yang digelar dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 dan Pesta Pelindung St Theresia dari Kanak-kanak Yesus Paroki Merombok tidak terutama untuk mengejar juara. Namun, lebih dari itu, perlombaan sebagai sarana dengan intensi untuk menjadikan sabda Tuhan pedoman laku hidup harian.

Demikian intisari dari semarak upacara pembukaan perlombaan yang digelar dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 dan Pesta Pelindung Paroki Merombok yang jatuh pada 1 Oktober 2026. Lomba yang digelar tersebut adalah Lomba Baca Kitab Suci, Lomba Bertutur Kreatif (Story Telling) tentang kisah hidup dan keutamaan St Theresia dari Kanak-kanak Yesus yang merupakan pelindung paroki, dan Lomba Kuis Kitab Suci (dewasa dan anak-remaja).

Setelah upacara pembukaan pada Rabu (21/10/2026), Lomba Baca Kitab Suci dilangsungkan. Lomba diikuti 12 KBG dan 4 utusan sekolah yang berada di wilayah Paroki Merombok. Hadir sebagai Dewan Juri dalam lomba tersebut Karolina M Ndujum, S.Pd (guru bahasa Indonesia di SMAK Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo) dan Petrus K Pata, S. Fil (Guru Pendidikan Agama Katolik di SMKS Stella Maris).

WhatsApp Image 2026 10 21 at 19.40.55
Para Peserta yang menjuarai perlombaan ini pose bersama juri usai pengumuman juara. (Foto Komsos)

Lomba Bertutur Kreatif dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), Lomba Kuis Kitab Suci Anak-Remaja (Jumat/23/10/2026), dan Lomba Kuis Kitab Suci Dewasa (Sabtu/24/10/2026).

Dalam lomba para peserta tampil dengan semangat. Mereka membawakan bacaan yang disediakan panitia rata-rata dengan baik. Mereka juga tertib mengikuti lomba hingga diumumkan juaranya. Pendamping peserta dan sejumlah ketua KBG juga terlihat menyaksikan dan memberikan dukungan kepada utusannya dalam lomba tersebut.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki Merombok RD Anton Sanor menyatakan perlombaan ini momentum untuk membuka dan membaca Kitab Suci. Dipastikan selama ini Kitab Suci kita tersimpan rapi di rumah karena jarang dibuka untuk dibaca. “Ketika ada perlombaan, ada semangat lebih untuk membaca Kitab Suci. Jadi, perlombaan sarana kita untuk kembali membaca Kitab Suci,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Romo Anton, demikian sapaan akrabnya, mengejar juara dalam perlombaan tersebut bukan merupakan tujuan utama. Tujuan paling penting menjadikan sabda Tuhan sebagai pedoman dan inspirasi untuk kehidupan harian. “Inilah pentingnya kegiatan seperti ini dilakukann. Kami ajak semua kita mengikuti rangkaian lomba ini dengan serius,” ucapnya.

Romo Anton mengucapkan terima kasih kepada DPP/DKP, para ketua KBG dan Ketua Wilayah, para kepala sekolah, dewan juri, panitia lomna, serta spesial untuk para peserta lomba.. Diharapkan lomba berjalan dengan lancar.

Ketua Panitia Lomba Videlis Jemali, S.Fil dalam laporannya menyampaikan selain untuk semakin memahami sabda Tuhan untuk jadi pedoman hidup, lomba-lomba digelar sebagai bentuk pembinaan iman. Anak-anak dan remaja terutama perlu ditumbuhkembangkan terus imannya di tengah dinamika kehidupa sosial di Labuan Bajo dengan kehadiran wisata superpremium. “Lomba ini secara tak langsung memberikan fondasi iman bagi anak-anak dan peserta pada umumnya di tengah dinamika kehidupan di Labuan Bajo. Sabda Tuhan dan kisah hidup Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus diharapkan jadi sumber insprasi untuk menghayati hidup harian,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 10 21 at 16.59.34
Ketua Pelaksana Videlis Jemali saat melaporkan pelaksanaan kegiatan Lomba baca kitab suci. (Foto Komsos)

Selain itu, lomba juga digelar sebagai regenerasi petugas liturgi. Itu misalnya bisa untuk lomba baca kitab suci. Anak-anak yang sudah tampil merupakan lektor/lektris potensil ke depannya.

Untuk setiap lomba tersebut, lanjut Ketua Panitia, jurinya berasal dari pihak luar paroki yang merupakan profesional. Pemilihan juri dari luar ini bertujuan untuk menghindari konflik kepentingan dalam lomba. Khusus untuk soal kuis kitab suci, tim penyusun bukan dari panitia, melainkan para frater di SMAK Seminari St Yohanes Paulus II Labuan Bajo. Tim yang sama juga akan menjadi juri lomba tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia juga melaporkan sumber dana untuk kegiatan berasal dari kas paroki. Total anggaran yang diajukan dalam rancangan anggaran dan belanja Rp 6.200.000. Dana tersebut digunakan untuk operasional lomba, seperti honor para juri, hadiah untuk para peserta, mamiri dewan juri dan panitia, ATK. Penggunaan dana tersebut akan dilaporkan secara terbuka.

Ketua KBG St Elisabet Bapak Ino Angkat di sela-sela lomba menyatakan pihaknya tak memikirkan juara untuk lomba-lomba yang digelar. Baginya anak-anak tampil itu sudah luar biasa.

Pada Lomba Baca Kitab Suci tersebut, bagaimanapun juga, tetap dipilih para juaranya dengan score tertinggi menurut penilaian dewan juri. Masing-masing tiga orang dari kategori putra dan putri. Juara lomba diumumkan oleh dewan juri.

Untuk kategori putri, Juara I diraih oleh Galiomova K Aleluia (KBG St Paulus), Juara II Matilda G Oktavia (KBG St Agustinus), dan Juara III Fransiska Efinda (KBG St Klara).

Sementara untuk kategori putra, Juara I direngkuh Klementino A Nogol (KBG St Elisabeth), Juara II Chritoper DM Ebit (KBG St Agustinu dan Juara III Sebastiabo SI Sene (KBG St Yosef).

Selain mengumukan juara, dewan juri juga memberikan masukan untuk para peserta. Dewan juri menyebutkan sejumlah masukan seperti penghayatan yang harus lebih dijiwai lagi, perhatian dengan teliti pada kata-kata dalam teks, dan kontak dengan audiens/umat.

Sekali lagi, bukan terutama juara yang dituju, melainkan pembinan iman, pembinaan mental, kaderisasi dalam gereja. Perlombaan ini hanyalah sarana agar kita makin dekat dengan Tuhan dari perkataan hingga perbuatan. (Komsos paroki Merombok-Videlis Jemali/Eka)

Loading

Berita Lainnya