Siap Menikah Bukan Sekadar Siap Pesta: DPPKB Mabar Bekali Peserta KPPK Merombok Bangun Keluarga Berkualitas

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 07 11 at 19.31.25 3

Merombok, 11 Juli 2026 – Membangun keluarga yang bahagia tidak dimulai dari kemeriahan pesta pernikahan, tetapi dari kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Pesan inilah yang menjadi penekanan dalam materi penutup Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Gelombang II Tahun 2026 Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok yang berlangsung di Aula Paroki, Sabtu (11/7).

Materi bertajuk “Siap Nikah” dibawakan oleh Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Manggarai Barat Thomas Alfai Edison. Melalui materi tersebut, para calon pasangan suami istri diajak memandang perkawinan sebagai sebuah perencanaan hidup yang matang, bukan sekadar persiapan menuju hari pernikahan.

Dalam pemaparannya, Thomas menegaskan bahwa tantangan keluarga masa kini semakin kompleks. Selain persoalan ekonomi, keluarga juga dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi digital, media sosial, serta perubahan peran dalam rumah tangga. Karena itu, setiap pasangan perlu memiliki kesiapan yang menyeluruh agar mampu membangun keluarga yang tangguh dan sejahtera.

Menurutnya, kesiapan memasuki kehidupan perkawinan tidak hanya menyangkut kesiapan usia dan fisik, tetapi juga kesiapan mental, emosional, finansial, sosial, moral, intelektual, kemampuan membangun relasi interpersonal, serta keterampilan hidup. Kesepuluh aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.

WhatsApp Image 2026 07 11 at 19.31.25 1

Thomas menjelaskan bahwa tujuan utama program Siap Nikah adalah meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun keluarga yang sehat, mencegah perkawinan usia dini, menekan risiko stunting, serta membentuk generasi yang mampu menjadi pemimpin dalam keluarga maupun masyarakat. Ia menekankan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat pula.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan delapan fungsi keluarga menurut BKKBN, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Thomas mengajak para calon pasangan untuk menghidupi seluruh fungsi tersebut agar keluarga benar-benar menjadi tempat bertumbuhnya kasih, pendidikan, dan perlindungan bagi setiap anggotanya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya program Keluarga Berencana (KB) sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Menurut Thomas, KB bukan sekadar mengatur jumlah anak, tetapi juga membantu pasangan merencanakan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai metode kontrasepsi dan pentingnya menghindari kehamilan pada kondisi 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak) demi keselamatan ibu dan bayi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menikah pada usia ideal, yakni sekitar 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Pada usia tersebut, pasangan umumnya memiliki kematangan fisik, emosional, dan finansial yang lebih baik sehingga lebih siap menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga dan pengasuhan anak.

Mengakhiri materinya, Thomas mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan perkawinan secara matang karena pernikahan merupakan awal dari perjalanan panjang membangun keluarga.

“Pernikahan adalah hal yang indah. Karena itu, mari merencanakan pernikahan dengan matang untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Hidup berencana itu keren,” pesannya di hadapan peserta KPPK.

Materi “Siap Nikah” sekaligus menutup seluruh rangkaian pembelajaran KPPK Gelombang II Tahun 2026 Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta memperoleh pembekalan yang komprehensif, mulai dari teologi perkawinan, kesehatan reproduksi, kehidupan keluarga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, literasi digital, hingga perencanaan keluarga.

Melalui kolaborasi antara Gereja dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, KPPK tidak hanya mempersiapkan pasangan untuk menerima Sakramen Perkawinan, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan agar mampu membangun keluarga Katolik yang kokoh, harmonis, sejahtera, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat. (Komsos Paroki Merombok- Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya