Pertemuan Pertama Katekese BKSN 2026 KBG Santu Agustinus: Belajar Hidup Sejati melalui Ketabahan dan Pengampunan

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 10 23 at 12.58.00 1
Suster Kamelia saat membawakan materi Katakese (Foto: Komsos)

Merombok, 14 Oktober 2026 – Komunitas Basis Gerejawi (KBG) Santu Agustinus, Wilayah I Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus Merombok, mengawali rangkaian katekese Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 dengan menggelar pertemuan pertama yang dirangkai dengan doa Rosario di rumah Yohanes Mance, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini mengangkat tema “Yesus Guru yang Mengajar tentang Hidup yang Sejati” dengan mendalami Injil Matius 5:1–12 tentang Sabda Bahagia.

Katekese yang dibawakan oleh Suster Kamelia ini bertujuan membantu umat memahami ajaran Yesus tentang hidup sejati sekaligus mendorong mereka untuk mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari.

Dalam pendalaman materi, umat diajak memahami bahwa Yesus menghadirkan cara pandang yang berbeda tentang makna kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak semata-mata diukur dari kekayaan, kekuasaan, atau keberhasilan lahiriah, tetapi dari sikap hati yang terbuka kepada Allah, kerendahan hati, kelemahlembutan, kerinduan akan kebenaran, belas kasih, kemurnian hati, serta semangat untuk membawa damai.

WhatsApp Image 2026 10 23 at 12.57.59
Daniel salah seorang anak yang turut ambil bagian dalam katakese membacakan perikop Injil (Foto: Komsos)

Suasana pertemuan pertama ini berlangsung penuh antusias. Umat dewasa maupun anak-anak mengikuti katekese dengan aktif dan membagikan pengalaman iman mereka. Sejumlah kesaksian yang disampaikan memperlihatkan bagaimana iman, doa, dan penghayatan akan Sabda Tuhan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Salah satu kesaksian datang dari Yuvens Saranai yang menceritakan perjuangannya selama lima tahun mendampingi dan merawat istrinya yang sakit. Di tengah situasi sulit tersebut, ia berusaha tetap tabah dan sabar. Ketekunannya dalam merawat sang istri, disertai doa yang tidak pernah putus, menjadi sumber kekuatan untuk melewati masa-masa sulit. Seiring waktu, kondisi istrinya perlahan-lahan membaik.

WhatsApp Image 2026 10 23 at 12.57.58 2
Yuvens Saranai salah seorang umat KBG St. Agustinus memberikan kesaksian hidupnya. (Foto: Komsos)

Kesaksian ini menggambarkan bahwa hidup sejati tidak berarti terbebas dari penderitaan, tetapi tetap mampu memelihara kasih, kesabaran, dan pengharapan di tengah kesulitan. Ketabahan Yuvens menjadi salah satu contoh nyata bagaimana iman dihidupi melalui kesetiaan dalam keluarga.

Pengalaman iman lainnya dibagikan oleh Dismas Sarto yang pernah menghadapi situasi sulit ketika berada di tanah rantau. Karena keyakinannya sebagai seorang Katolik, ia mengalami perlakuan tidak menyenangkan berupa olok-olok dari orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Meski menghadapi perlakuan tersebut, Dismas memilih tetap teguh dalam iman, tekun berdoa, dan mengampuni mereka yang menyakitinya. Ia juga senantiasa mendaraskan Doa Cinta sebagai bagian dari penghayatan imannya. Perlahan-lahan, sikap tersebut membawa perubahan hingga orang-orang di sekitarnya mulai menerima dirinya dan tidak lagi mengolok-oloknya seperti sebelumnya.

Kesaksian Dismas menjadi gambaran nyata tentang ajaran Yesus mengenai pengampunan dan semangat membawa damai. Di tengah pengalaman yang menyakitkan, ia memilih kasih dan doa daripada membalas perlakuan buruk dengan kebencian.

Sementara itu, Ketua KBG Santu Agustinus, Vinsen Purnama, berharap rangkaian katekese dan sharing Kitab Suci selama BKSN 2026 semakin meneguhkan iman umat serta membantu mereka menghidupi pesan Injil Matius 5:1–12 dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kebahagiaan bukan hanya ditemukan ketika seseorang hidup berkecukupan secara materi, tetapi juga ketika hidup dekat dengan Tuhan, mengasihi sesama, dan menjadi pembawa damai. Ia pun berharap KBG Santu Agustinus bertumbuh menjadi komunitas yang rendah hati, murah hati, saling mengampuni, dan berani memperjuangkan kebenaran.

Pertemuan pertama katekese BKSN 2026 ini menjadi langkah awal bagi umat KBG Santu Agustinus untuk semakin mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan. Melalui pengalaman iman yang dibagikan, umat diajak menyadari bahwa kebahagiaan sejati bertumbuh dari iman yang teguh, ketabahan dalam menghadapi penderitaan, kesediaan mengampuni, dan kasih yang diwujudkan secara nyata kepada sesama. (Komsos Paroki Merombok – Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya