Panen Perdana Melon Merombok Farm Dihadiri Uskup Labuan Bajo, Siap Jadi Pusat Edukasi Pertanian Modern

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 19 Juni 2026 – Greenhouse Merombok Farm mencatat tonggak penting dalam pengembangan pertanian modern di Kabupaten Manggarai Barat dengan menggelar panen perdana melon, Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menandai keberhasilan budidaya melon dalam greenhouse, tetapi juga membuka peluang pengembangan agrowisata, edukasi pertanian, dan kolaborasi pasar bagi masyarakat setempat.

Acara panen perdana berlangsung meriah dan dihadiri oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Max Regus, Pr, Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo RD. Ricard Mangu, Sekretaris Jenderal RD. Frans Nala, Pastor Paroki Merombok Antonius Sanor, jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP), perwakilan Dinas Pertanian, serta para karyawan dan mitra usaha Merombok Farm.

Panen Perdana Melon Merombok Farm Dihadiri Uskup Labuan Bajo Siap Jadi Pusat Edukasi Pertanian Modern

Dalam sambutannya, pemilik Merombok Farm, Yohanes atau yang akrab disapa Jhon, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat ini Merombok Farm memiliki empat unit greenhouse yang digunakan untuk budidaya melon secara intensif.

“Di dalam empat greenhouse ini terdapat sekitar 600 polybag tanaman melon yang berhasil memproduksi 1,2 ton. Ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan pertanian modern di Merombok,” ujar Jhon.

Menurutnya, keberhasilan budidaya melon ini menjadi pijakan untuk pengembangan komoditas hortikultura lainnya. Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pasar dan industri perhotelan di Labuan Bajo dan sekitarnya, Merombok Farm berencana mengembangkan tanaman tomat ceri, paprika, semangka, pepaya, hingga pisang.

Panen Perdana Melon Merombok Farm Dihadiri Uskup Labuan Bajo Siap Jadi Pusat Edukasi Pertanian Modern

Lebih jauh, Jhon berharap Merombok Farm tidak hanya menjadi lokasi produksi pertanian, tetapi juga berkembang sebagai pusat kolaborasi yang mempertemukan petani, pelaku usaha, dan pasar.

“Harapan kami, tempat ini bisa menjadi ruang bertemunya market dan peluang usaha bagi masyarakat serta para pengusaha yang ingin mengembangkan sektor pertanian,” katanya.

Apresiasi terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan oleh perwakilan Dinas Pertanian yang hadir. Mereka menilai keberadaan greenhouse modern seperti Merombok Farm dapat menjadi contoh praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Dinas Pertanian juga menyatakan kesiapan untuk terus berkolaborasi, khususnya dalam pendampingan teknis, deteksi dini hama dan penyakit tanaman, serta penyediaan bibit unggul guna mendukung peningkatan hasil produksi.

Sementara itu, Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, RD. Ricard Mangu, Pr, menilai Merombok Farm memiliki potensi besar sebagai sarana pemberdayaan umat melalui sektor pertanian.

“Tempat ini harus menjadi tempat belajar bagi umat untuk memberdayakan lahan-lahan yang belum dikelola secara optimal. Apa yang dilakukan di sini dapat menjadi contoh nyata bagi wilayah lain,” ujar RD. Ricard.

Puncak acara ditandai dengan pemetikan melon pertama secara simbolis oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Max Regus. Prosesi tersebut disambut antusias oleh para tamu undangan yang hadir dan menjadi simbol dimulainya babak baru pengembangan agribisnis dan kemandirian pangan di wilayah Merombok. Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan secara lebih produktif dengan memadukan teknologi pertanian modern, semangat kewirausahaan, dan kolaborasi berbagai pihak demi meningkatkan kesejahteraan bersama. (Komsos Paroki Merombok-Kontributor: Agust Bayu, Editor: Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya