OMK Merombok dan OMK Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Pererat Persaudaraan Lewat Ekaristi, Dialog dan Laga Voli Persahabatan

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 07 26 at 20.53.25 2
Pertandingan Voli persahabaan antara OMK Paroki Merombok dan OMK Katedral ROh Kudus Labuan Bajo (Foto OMK Paroki Merombok)

Merombok, 26 Juli 2026Semangat persaudaraan dan kebangkitan Orang Muda Katolik (OMK) mewarnai kunjungan OMK Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Cabang Gereja Santo Petrus ke Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Minggu (26/7/2026).

Kunjungan diawali dengan pelayanan koor OMK Katedral dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XVII. Penampilan koor yang membawakan lagu-lagu bernuansa budaya Manggarai berhasil memukau umat dan menghadirkan suasana liturgi yang khidmat sekaligus kaya akan nilai budaya lokal.

Usai perayaan Ekaristi, puluhan anggota OMK dari kedua paroki berkumpul di Pendopo Pastoran Paroki Merombok dalam suasana penuh kehangatan. Sambil menikmati hidangan sederhana, mereka saling berkenalan, bertukar pengalaman pelayanan, berdiskusi mengenai dinamika organisasi, hingga berbagi gagasan untuk mengembangkan pelayanan orang muda di Gereja.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pembina OMK Paroki Merombok RD. Kristo Selamat, Moderator OMK Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Diakon Ichan Pryantno, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Wilibrudus Cungkuru, para pembina OMK dari kedua paroki, pengurus, serta anggota OMK.

WhatsApp Image 2026 07 26 at 22.29.05
Ketua OMK Paroki Katedral Roh Kudus Labuan bajo saat membagikan pengalamannya selama bergabung dengan OMK (Foto Komsos)

Dalam sambutannya, RD. Kristo Selamat selaku Pembina OMK paroki Merombok menyampaikan rasa syukur atas inisiatif kunjungan tersebut. Ia mengaku seluruh keluarga besar OMK Merombok merasa sangat diteguhkan oleh kehadiran saudara-saudari muda dari Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.

Romo Kristo mengibaratkan perjumpaan itu seperti kisah Maria yang mengunjungi Elisabet, sebuah perjumpaan yang membawa sukacita dan saling menguatkan.

“Kami sungguh mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang luar biasa ini. Ketika mendengar kabar bahwa teman-teman OMK Katedral akan berkunjung, kami merasa diteguhkan dan dikuatkan,” katanya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi “angin segar” bagi OMK Merombok yang baru saja bangkit kembali setelah hampir dua tahun mengalami masa vakum.

“Kedatangan kalian menjadi angin segar bagi OMK di paroki kami. Beberapa waktu lalu kami baru membentuk kembali kepengurusan. Kehadiran kalian membuat kami semakin yakin bahwa orang muda di Gereja harus terus bergerak,” ujarnya.

Romo Kristo mengaku terkesan dengan penampilan koor OMK Katedral yang dinilai bukan sekadar menyanyi, tetapi juga menunjukkan disiplin, kekompakan, latihan yang serius, serta semangat melayani.

WhatsApp Image 2026 07 26 at 22.29.07
RD. Kristo Selamat selaku Pembina OMK Paroki Merombok saat memberikan sambutan selamat datang untuk OMK Paroki Katedral Roh Kudus (Foto Komsos)

Ia mengatakan penampilan tersebut mengubah cara pandang OMK Merombok terhadap berbagai kemungkinan pelayanan yang dapat dilakukan orang muda.

“Sebelumnya kami sering berpikir, bagaimana mungkin kegiatan seperti itu bisa dilakukan. Tetapi setelah melihat penampilan teman-teman tadi, kami berkata, ‘Mengapa tidak?’ Kalau mereka bisa, kita juga bisa,” katanya disambut tepuk tangan para peserta.

Menurutnya, semangat seperti itulah yang dibutuhkan OMK Merombok dalam membangun kembali organisasi yang sempat vakum.

Romo Kristo mengakui bahwa kepengurusan OMK Merombok masih dalam tahap awal membangun organisasi sehingga masih banyak hal yang harus dipelajari.

Karena itu, ia berharap hubungan baik dengan OMK Katedral tidak berhenti pada kunjungan perdana tersebut.

“Kami masih mencari bentuk pelayanan yang tepat. Karena itu kami berharap jika teman-teman memiliki kegiatan, undanglah kami. Kami ingin belajar, melihat, dan bertumbuh bersama. Begitu juga jika kami mengadakan kegiatan di Merombok, kami berharap teman-teman dapat hadir,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa semangat orang muda akan semakin bertumbuh apabila antarparoki saling mendukung dan saling menguatkan.

“Kita berjalan bersama sebagai orang muda di Keuskupan Labuan Bajo. Semoga persaudaraan ini terus terjalin dan semakin kuat,” tuturnya.

Sementara itu, Moderator OMK Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Diakon Ichan Pryantno, mengajak seluruh orang muda mengubah cara pandang terhadap keterlibatan mereka di Gereja.

Menurutnya, orang muda tidak cukup hanya bertanya apa yang Gereja berikan kepada mereka, tetapi juga harus bertanya apa yang dapat mereka persembahkan bagi Gereja.

“Selama ini kita mungkin sering bertanya, apa yang Gereja berikan kepada kita. Tetapi mari kita balik pertanyaan itu: apa yang bisa saya berikan untuk Gereja?” ujarnya.

Diakon Ichan menegaskan bahwa sebagaimana sering disampaikan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, OMK bukan hanya Gereja masa depan, tetapi Gereja masa kini.

“Majunya kehidupan Gereja juga ditentukan oleh sejauh mana orang-orang muda mau mengambil bagian dalam kehidupan menggereja,” katanya.

Ia mengaku bersyukur karena masih banyak orang muda di Labuan Bajo yang dengan sukarela melayani dan mempersembahkan waktu serta tenaga bagi Gereja.

“Saya percaya masa depan Gereja di Labuan Bajo akan tetap cerah karena sejak sekarang masih ada orang-orang muda yang setia memberikan hati dan dirinya untuk Gereja.”

Diakon Ichan juga mengingatkan bahwa setiap organisasi pasti mengalami dinamika.

Menurutnya, ada saat ketika organisasi sangat aktif, namun ada pula masa-masa sulit ketika jumlah anggota yang aktif menurun.

“Itu sesuatu yang wajar. Yang penting selalu ada orang-orang yang tetap setia. Walaupun jumlahnya sedikit, mereka itulah yang menjadi tanda bahwa OMK tetap hidup.”

Karena itu, ia meminta para pengurus tidak berkecil hati apabila jumlah anggota aktif belum banyak.

Ia meyakini, kelompok kecil yang memiliki semangat pelayanan akan menjadi motor penggerak yang mampu menghidupkan organisasi.

Lebih jauh, Diakon Ichan mengingatkan bahwa tugas OMK tidak hanya aktif mengikuti kegiatan Gereja, tetapi juga menjadi pewarta yang mampu mengajak orang muda lain kembali terlibat dalam kehidupan menggereja.

“Kalau ada teman-teman yang masih merasa asing dengan Gereja, maka menjadi tugas kita untuk merangkul mereka. Orang muda sejati bukan hanya hadir di Gereja, tetapi mampu mengajak sesamanya untuk ikut ambil bagian,” tegasnya.

Menurutnya, perjumpaan dua komunitas OMK tersebut menjadi langkah awal membangun jejaring pelayanan orang muda lintas paroki di wilayah Kota Labuan Bajo.

WhatsApp Image 2026 07 26 at 22.29.05 2
Diakon Ican Pryantno saat memberikan sambutan (Foto Komsos)

Kehangatan perjumpaan tidak berhenti setelah sesi dialog dan ramah tamah. Sebagai wujud nyata persaudaraan yang mulai terjalin, kedua komunitas OMK melanjutkan kebersamaan dengan menggelar pertandingan persahabatan bola voli di Lapangan Voli Paroki Merombok.

Suasana lapangan pun berubah menjadi ruang persaudaraan yang dipenuhi gelak tawa, sorak-sorai, dan semangat sportivitas. Tidak tampak lagi sekat antara tuan rumah dan tamu. Para pemain saling menyemangati, bergantian memberi tepuk tangan atas permainan yang baik, bahkan saling bercanda di sela-sela pertandingan. Kemenangan bukan lagi tujuan utama, melainkan kebersamaan yang lahir dari perjumpaan sebagai saudara seiman.

Laga persahabatan itu menjadi simbol bahwa membangun Gereja tidak selalu dilakukan melalui rapat atau kegiatan formal. Di lapangan voli, para orang muda belajar bekerja sama, membangun komunikasi, saling mengenal lebih dekat, serta menumbuhkan rasa memiliki sebagai satu keluarga besar Orang Muda Katolik di Keuskupan Labuan Bajo.

Perjumpaan yang diawali dengan pujian kepada Tuhan melalui Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan dialog yang saling menguatkan di Pendopo Pastoran, lalu ditutup dengan pertandingan bola voli penuh sukacita menjadi gambaran indah tentang wajah Gereja yang hidup di tengah kaum muda.

Momentum tersebut bukan sekadar kunjungan balasan atau silaturahmi biasa, tetapi menjadi titik awal lahirnya jejaring persaudaraan dan kolaborasi antarkomunitas OMK. Harapannya, semangat yang tumbuh dari Merombok ini akan melahirkan lebih banyak kegiatan bersama, saling mendukung dalam pelayanan, dan menginspirasi semakin banyak orang muda untuk aktif mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.

Dengan semangat “berjalan bersama” sebagaimana ditekankan kedua pembina, OMK Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok dan OMK Katedral Roh Kudus Labuan Bajo menunjukkan bahwa ketika orang muda dipersatukan dalam iman, pelayanan, budaya, dan persaudaraan, Gereja tidak hanya memiliki harapan untuk masa depan, tetapi juga menghadirkan wajah Gereja yang hidup pada hari ini. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya