Misa Minggu Biasa XXVI di Merombok: Iman Bukan Sekadar Kata, tetapi Nyata dalam Tindakan

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 09 27 at 13.33.26

Merombok, 27 September 2026 — Perayaan Misa Minggu Biasa XXVI di Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Minggu (27/9/2026), berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Misa dipimpin Vikaris Parokial RD. Kristo Selamat bersama RD. Edy Gaut, imam asal Paroki Merombok yang kini bertugas sebagai Pastor Paroki Lengkong Cepang.

RD. Edy Gaut berkesempatan memimpin perayaan Ekaristi di Paroki Merombok sebelum mengikuti retret bersama para imam se-Keuskupan Labuan Bajo.

Perayaan Misa semakin khusyuk dengan pelayanan koor dari KBG Santa Klara. Keterlibatan anak-anak sebagai lektor dan putra-putri altar turut memberi warna tersendiri dalam perayaan Ekaristi.

Dalam homilinya, RD. Edy Gaut mengajak umat untuk tidak berhenti pada kata-kata dalam menghayati iman, tetapi mewujudkannya melalui tindakan nyata. Mengacu pada bacaan tentang dua anak yang diperintahkan ayahnya pergi bekerja di kebun anggur, ia mengingatkan bahwa perkataan harus sejalan dengan perbuatan.

“Bicaralah apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita bicarakan,” pesannya.

Menurut RD. Edy, iman kepada Kristus harus tampak dalam kehidupan bersama melalui kasih, kepedulian, kemurahan hati dan solidaritas. Ia mengajak umat untuk berani mengosongkan diri, menanggalkan ego dan hadir bagi sesama tanpa harus mencari perhatian.

Ia juga mengingatkan bahwa pertobatan selalu membuka jalan bagi manusia untuk kembali kepada Tuhan. Karena itu, setiap umat dipanggil untuk terus memperbaiki diri dan mewujudkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Vikaris Parokial RD. Kristo Selamat memberikan apresiasi khusus kepada KBG Santa Klara yang melibatkan anak-anak dalam pelayanan liturgi.

“Terima kasih kepada KBG Santa Klara yang melibatkan anak-anak dalam tugas pelayanan Gereja hari ini, baik sebagai lektor maupun sebagai putra-putri altar,” ungkapnya.

RD. Kristo berharap para orang tua terus memberikan ruang dan dorongan kepada anak-anak dan kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan Gereja maupun kegiatan sosial di tengah masyarakat.

“Izinkan mereka terlibat dalam tugas Gereja dan tugas sosial agar kemudian mereka tidak apatis dan asosial. Mereka adalah harapan dan masa depan Gereja,” tegasnya.

Perayaan Misa Minggu Biasa XXVI menjadi momentum bagi umat Paroki Merombok untuk kembali menghidupi iman melalui tindakan nyata, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak dan kaum muda untuk bertumbuh dalam semangat pelayanan. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya