Merawat Kehidupan Sejak Awal: Sinergi Gereja dan Pemerintah dalam Mempersiapkan Keluarga Katolik

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 07 10 at 10.37.53
Ibu Ony sedang memaparkan materi tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual bagi Calon Pengantin (Foto: Komsos Paroki)

Merombok, 10 Juli 2026 – Membangun keluarga yang kokoh tidak dimulai saat pasangan mengucapkan janji perkawinan di altar, melainkan sejak masa persiapan menuju Sakramen Perkawinan. Semangat inilah yang diwujudkan dalam Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok melalui kolaborasi bersama Puskesmas Labuan Bajo. Bertempat di Aula Paroki, Jumat (10/7/2026), para calon pengantin mendapatkan pembekalan mengenai Kesehatan Reproduksi dan Seksual bagi Calon Pengantin, yang disampaikan oleh Ibu Ony, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Labuan Bajo.

WhatsApp Image 2026 07 10 at 10.37.52
Para Petugas Medis melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, penilaian status gizi, konsultasi kesehatan reproduksi (Foto: Komsos Paroki)

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam mempersiapkan pasangan calon suami istri agar siap membangun keluarga Katolik yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab. Pembinaan iman yang diberikan Gereja dipadukan dengan edukasi kesehatan sebagai bekal bagi pasangan dalam menyambut kehidupan baru sebagai suami dan istri.

Dalam pemaparannya, Ibu Ony menegaskan bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari persiapan memasuki kehidupan perkawinan. Menurutnya, keluarga yang sehat berawal dari pasangan yang memahami fungsi reproduksi, menjaga kesehatan diri, serta memiliki perencanaan kehamilan yang baik.

“Persiapan perkawinan bukan hanya berbicara tentang upacara pernikahan, tetapi juga kesiapan menjadi suami dan istri yang mampu melahirkan generasi yang sehat. Karena itu, kesehatan reproduksi harus dipahami sejak sebelum menikah,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemahaman mengenai sistem reproduksi laki-laki dan perempuan, hak-hak reproduksi dalam kehidupan berkeluarga, pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, hingga perencanaan kehamilan yang sehat dan bertanggung jawab. Para peserta juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting sejak masa pranikah, pemenuhan gizi seimbang, pentingnya imunisasi dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, serta kewaspadaan terhadap berbagai penyakit seperti anemia, Hepatitis B, Infeksi Menular Seksual (IMS), HIV/AIDS, kanker serviks, dan kanker payudara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Puskesmas Labuan Bajo menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta KPPK. Layanan tersebut meliputi anamnesis atau penelusuran riwayat kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, penilaian status gizi, konsultasi kesehatan reproduksi, hingga pemeriksaan penunjang sesuai indikasi medis.

Melalui pemeriksaan ini, para calon pengantin dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Jika ditemukan faktor risiko tertentu, peserta akan mendapatkan edukasi dan arahan untuk melakukan tindak lanjut sehingga mereka dapat memasuki kehidupan perkawinan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Sinergi antara Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok dan Puskesmas Labuan Bajo menunjukkan bahwa membangun keluarga yang berkualitas membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Gereja menjalankan perannya dalam membina iman, moral, dan spiritualitas pasangan, sementara pemerintah melalui layanan kesehatan memastikan calon pengantin memiliki kesiapan fisik dan kesehatan reproduksi yang memadai.

Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat Gereja yang memandang keluarga sebagai Gereja rumah tangga (Ecclesia Domestica), tempat pertama kehidupan, kasih, dan iman bertumbuh. Karena itu, merawat kehidupan dimulai sejak masa persiapan perkawinan, ketika pasangan dibentuk untuk saling mencintai, menghormati, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, pasangan, serta anak-anak yang kelak dipercayakan Tuhan kepada mereka.

Melalui perpaduan pembinaan pastoral dan pelayanan kesehatan, KPPK Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga Katolik yang tidak hanya siap menerima Sakramen Perkawinan, tetapi juga menjadi keluarga yang sehat, tangguh, penuh kasih, serta mampu menghadirkan generasi masa depan yang berkualitas bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya