
Merombok, 11 Juli 2026 – Rangkaian Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Gelombang II Tahun 2026 Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok resmi ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Pastor Paroki, RD Antonius Sanor, di Gereja Paroki, Sabtu (11/7). Penutupan berlangsung penuh syukur dan haru, ditandai dengan pemberkatan bagi pasangan yang sedang mengandung, penyampaian kesan dan pesan peserta, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta KPPK.
Dalam homilinya yang bertepatan dengan peringatan Santo Benediktus dari Nursia, RD Antonius Sanor mengangkat tema “Membangun Keluarga yang Takut akan Allah Berkaca pada Teladan Hidup Santo Benediktus dari Nursia.” Ia mengajak para calon pasangan suami istri untuk menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.
Menurut Pastor Antonius, kehidupan modern menawarkan begitu banyak godaan yang dapat menjauhkan keluarga dari nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, setiap keluarga Katolik dipanggil untuk hidup dalam sikap takut akan Allah, yakni hidup yang dilandasi rasa hormat, kasih, dan ketaatan kepada kehendak-Nya.
“Takut akan Allah bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan memiliki rasa hormat, kasih, dan kesediaan untuk menaati kehendak-Nya. Keluarga yang takut akan Allah akan menjadikan Tuhan sebagai pusat setiap keputusan, membangun komunikasi yang penuh kasih, saling mengampuni, dan setia dalam doa bersama,” ungkap Pastor Antonius.
Mengambil teladan Santo Benediktus, pelindung Eropa dan Bapak Monastisisme Barat, Pastor Antonius mengingatkan pentingnya menghidupi semangat Ora et Labora (Berdoa dan Bekerja). Menurutnya, keluarga yang kokoh bukan hanya dibangun melalui kerja keras, tetapi juga melalui kehidupan doa yang menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan.
“Di tengah dunia yang semakin sibuk dan penuh tantangan, teladan Santo Benediktus mengajak setiap keluarga menyediakan waktu untuk berdoa bersama, bekerja dengan jujur, mendidik anak-anak dalam iman, serta menghadirkan damai di dalam rumah. Rumah yang dipenuhi doa akan menjadi tempat bertumbuhnya kasih, pengharapan, dan sukacita,” pesannya.
Pastor Antonius juga mengingatkan agar umat tidak hanya takut terhadap hal-hal yang dapat membinasakan tubuh, tetapi lebih dari itu menjaga keselamatan jiwa dengan senantiasa mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam Perayaan Ekaristi tersebut, Pastor Paroki secara khusus memberikan berkat bagi pasangan yang sedang mengandung, sebagai ungkapan syukur atas anugerah kehidupan baru sekaligus memohon perlindungan Tuhan bagi ibu dan anak yang dikandung hingga saat persalinan nanti. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang menyentuh hati umat yang mengikuti perayaan.
Sebelum penyerahan sertifikat, Alen, yang mewakili seluruh peserta KPPK Gelombang II, menyampaikan ungkapan syukur dan apresiasi kepada Pastor Paroki, panitia, serta seluruh narasumber yang telah mendampingi peserta selama tiga hari pelaksanaan KPPK.
Ia mengatakan bahwa seluruh materi yang diberikan sangat relevan dengan kehidupan pasangan muda yang akan memasuki Sakramen Perkawinan. Menurutnya, para pemateri mampu menyampaikan materi secara sederhana, mudah dipahami, serta dekat dengan realitas kehidupan keluarga saat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Romo, panitia, dan seluruh pemateri yang dengan penuh kerelaan telah mendampingi kami selama tiga hari. Semua materi yang kami terima sangat menarik, mudah dipahami, dan menjadi bekal berharga bagi kami dalam membangun keluarga Katolik,” ujar Alen.
Sebagai generasi muda, Alen mengaku sangat tersentuh dengan materi mengenai bijak bermedia sosial. Ia menyadari bahwa sebagai bagian dari generasi digital, dirinya sangat mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial dan hal itu berpotensi memengaruhi kehidupan rumah tangganya di masa depan.
Menurutnya, melalui pembekalan dalam KPPK, para peserta telah memperoleh pemahaman sekaligus peringatan sejak awal mengenai berbagai tantangan kehidupan keluarga, sehingga ketika suatu saat menghadapi persoalan, mereka telah memiliki bekal untuk menyikapinya dengan bijaksana.
“Kami bersyukur karena melalui KPPK ini kami mendapat bekal yang sangat berharga. Setidaknya kami sudah diperingatkan sejak awal sehingga ketika menghadapi tantangan dalam kehidupan keluarga nanti, kami memiliki pengetahuan dan cara mengatasinya berdasarkan materi yang telah kami terima. Sekali lagi, terima kasih kepada Romo, panitia, dan seluruh pemateri,” tuturnya.
Usai penyampaian kesan dan pesan, Pastor Paroki bersama panitia menyerahkan Sertifikat Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) kepada seluruh peserta sebagai tanda telah menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan yang komprehensif, mulai dari hakikat Sakramen Perkawinan, kesehatan reproduksi, pengalaman hidup berkeluarga, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, literasi digital, hingga ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Melalui rangkaian KPPK Gelombang II Tahun 2026 ini, Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok kembali menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan calon pasangan suami istri secara utuh, tidak hanya siap menerima Sakramen Perkawinan, tetapi juga mampu membangun keluarga Katolik yang berakar pada iman, bertumbuh dalam kasih, bertanggung jawab dalam kehidupan, serta menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat. (Komsos Paroki Merombok- Tian Candra)





