
Merombok, 26 Juli 2026 – Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XVII di Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok berlangsung khidmat dan penuh sukacita, Minggu (26/7/2026). Misa dipimpin Pastor Paroki RD. Antonius Sanor bersama Diakon Ican Pryatno, Pr., Moderator Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.
Suasana liturgi semakin semarak melalui pelayanan koor dari OMK Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Cabang Gereja Santo Petrus Sernaru. Dengan membawakan lagu-lagu liturgi bernuansa daerah Manggarai, para anggota koor tidak hanya memperindah perayaan Ekaristi, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari penghayatan iman.
Perpaduan harmoni suara dan syair-syair liturgi dalam bahasa daerah mampu menghantar umat memasuki suasana doa yang khusyuk dan penuh penghayatan. Kehadiran koor tersebut mendapat sambutan hangat dari umat yang memenuhi Gereja Paroki Merombok.
Kunjungan OMK Santo Petrus Sernaru ke Paroki Merombok merupakan bagian dari kunjungan pastoral untuk mempererat persaudaraan antar Orang Muda Katolik di Keuskupan Labuan Bajo. Selain membangun relasi persahabatan, kunjungan ini menjadi sarana saling berbagi semangat pelayanan dan memperkuat keterlibatan kaum muda dalam kehidupan menggereja.
Diakon Ican Pryatno dalam homilinya mengajak umat merenungkan pentingnya kembali kepada hati yang dipenuhi kasih, ketulusan, dan kebijaksanaan.

Ia memulai homili dengan membagikan pengalaman semasa menjalani masa pembinaan sebagai frater. Saat itu, ia bersama seorang rekan menginap di rumah seorang bapak yang telah lama ditinggal wafat istrinya. Ketika ditanya mengapa tidak menikah lagi, pria tersebut memberikan jawaban yang sederhana namun menyentuh.
“Ketika saya bertemu dengan mama, saya baru memahami arti sejati mencintai. Saya jatuh cinta kepadanya, dan sampai sekarang saya tidak ingin bangkit untuk mencintai orang lain.”
Menurut Diakon Ican, jawaban tersebut menunjukkan bahwa hati manusia memiliki kekuatan luar biasa untuk menyimpan cinta, memelihara kesetiaan, dan menjaga kenangan yang begitu mendalam.
“Hati yang tulus menjadi tempat bertumbuhnya cinta dan kesetiaan. Ketika segala sesuatu dilihat dengan hati yang murni, kasih akan tumbuh dan kesetiaan memperoleh kekuatannya,” katanya.
Mengaitkan Bacaan Pertama, Diakon Ican menjelaskan bahwa ketika Raja Salomo diangkat menjadi raja menggantikan Daud, ia tidak meminta kekayaan, umur panjang, ataupun kemenangan atas musuh. Sebaliknya, Salomo memohon kepada Tuhan agar dianugerahi hati yang bijaksana.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kekuasaan, tetapi harus memiliki hati yang mampu membedakan yang baik dan yang jahat serta mampu mengasihi sesama.
“Dari hati yang murni lahirlah kebijaksanaan. Dari hati yang tulus mengalirlah kasih, semangat melayani, dan kerelaan berkorban,” ujarnya.
Merenungkan Injil tentang pedagang yang menemukan mutiara yang sangat berharga, Diakon Ican mengatakan bahwa setiap orang dipanggil menemukan “mutiara” kehidupan, yaitu Kerajaan Allah.
Pedagang dalam perumpamaan Yesus rela menjual seluruh miliknya karena telah menemukan sesuatu yang jauh lebih bernilai daripada segala yang dimilikinya.
“Ketika seseorang menemukan Tuhan sebagai pusat hidupnya, ia tidak lagi membagi hatinya kepada banyak hal. Ia berani melepaskan apa yang dimilikinya demi memperoleh mutiara yang paling berharga,” jelasnya.
Diakon Ican juga menyoroti berbagai persoalan kehidupan dewasa ini yang menurutnya berakar dari kemiskinan hati.
Ia mengatakan, ketika hati kehilangan kasih, keserakahan akan tumbuh, pertikaian mudah muncul, dan manusia menjadi tidak peka terhadap penderitaan sesama.
“Orang yang miskin hati akan sulit mencintai, sulit mengampuni, sulit melayani, bahkan sulit memberikan dirinya bagi Tuhan dan sesama,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh umat untuk kembali menata hati agar dipenuhi kasih, ketulusan, dan kesetiaan.
Mengutip ajaran Paus Fransiskus, Diakon Ican mengatakan bahwa hati adalah tempat ketulusan, tempat di mana tipu daya tidak memiliki ruang untuk bertumbuh.
“Mari kita kembali kepada hati kita. Sebab di mana hati berbicara, di situlah Tuhan berbicara atas nama cinta,” pesannya menutup homili.
Usai perayaan Ekaristi, Pastor Paroki RD. Antonius Sanor menyampaikan apresiasi kepada OMK Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo Cabang Gereja Santo Petrus Sernaru atas pelayanan koor yang dinilainya sangat indah dan membangun suasana liturgi.
Menurut Pastor Antonius, pelayanan yang diberikan para orang muda merupakan bentuk pewartaan iman sekaligus teladan bagi OMK Paroki Merombok.
“Pelayanan koor yang dibawakan dengan lagu-lagu daerah Manggarai sungguh memperkaya liturgi dan menjadi kesaksian bahwa orang muda mampu memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan Gereja,” ujarnya.
Ia berharap semangat pelayanan tersebut dapat menginspirasi OMK Paroki Merombok untuk semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai pelayanan Gereja.
“Orang muda adalah harapan masa depan Gereja. Karena itu, saya berharap semangat melayani seperti yang ditunjukkan OMK Santo Petrus Sernaru terus digelorakan sehingga semakin banyak kaum muda terlibat dalam kehidupan menggereja,” tutur Pastor Antonius.
Kunjungan pastoral OMK Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo ini tidak hanya mempererat persaudaraan antarparoki di Keuskupan Labuan Bajo, tetapi juga menunjukkan bahwa liturgi yang dipadukan dengan kekayaan budaya lokal mampu menjadi sarana evangelisasi yang menyentuh hati umat. Pelayanan koor dengan lagu-lagu daerah Manggarai menjadi bukti bahwa iman dan budaya dapat berjalan beriringan, memperkaya perayaan Ekaristi sekaligus memperkuat identitas Gereja yang hidup di tengah masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)





