Jangan Lupa Tuhan, Jangan Lewatkan Berkat

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 28 Juni 2026 – Dalam perayaan Ekaristi Minggu (28/06/2026) di Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok, Pastor Paroki RD. Antonius Sanor menyampaikan renungan yang menyentuh hati dengan tema “Menjadi Berkat Bagi Sesama”. Melalui perumpamaan sederhana namun mendalam, Romo Antonius mengajak umat untuk mengevaluasi prioritas hidup dan tidak melewatkan berkat karena kelalaian spiritual.

Jangan Lupa Tuhan Jangan Lewatkan Berkat RM Anton

Romo Antonius membuka homilinya dengan sebuah ilustrasi yang sangat dekat dengan keseharian umat. Ia bertanya, apakah umat pernah mengalami lupa membawa dompet atau ponsel? Jika hal itu terjadi, terutama saat berada jauh dari rumah, seseorang pasti akan rela kembali mengambilnya meskipun harus menempuh jarak jauh. Namun, kontras dengan hal tersebut, ketika doa pagi terlupakan atau ibadah hari Minggu dilewatkan, banyak orang justru merasa biasa-biasa saja dan tetap merasa hidupnya baik-biasa saja.

“Kita sangat menjaga apa yang kita anggap penting secara materi. Tetapi, tanpa sadar, kadang kita menempatkan Tuhan bukan lagi di urutan pertama. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita kembali menata urutan prioritas hidup kita,” ujar Romo Antonius.

Menanggapi sabda Yesus yang terdengar keras, “Barang siapa mengasihi ayah atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku,” Romo Antonius menjelaskan bahwa Yesus tidak bermaksud mengurangi kasih kepada keluarga. Sebaliknya, ketika Allah menjadi pusat hidup, kasih kepada keluarga justru akan menjadi lebih murni, dewasa, dan tulus karena bersumber dari Tuhan. Dengan menjadikan Kristus sebagai poros kehidupan, umat diajak untuk belajar mengampuni meski terluka, tetap jujur di tengah kebohongan, dan berbuat baik meski tidak dihargai.

Romo Antonius juga menyoroti kisah perempuan Sunem dari bacaan pertama, yang dengan tulus membuka rumahnya bagi Nabi Elisa tanpa mengharapkan imbalan. Ketulusan hati tersebut berbuah berkat berupa seorang anak yang telah lama dirindukannya.

“Kisah ini mengajarkan bahwa kasih tulus selalu membuka pintu berkat. Kasih tulus lahir dari kedekatan kita pada kasih Allah. Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap kebaikan yang dilakukan dengan hati tulus,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa Tuhan tidak akan pernah berhenti memberkati orang-orang yang membuka diri terhadap kasih-Nya.

Lebih lanjut, merujuk pada bacaan kedua tentang baptisan, Romo mengingatkan bahwa hidup baru sebagai orang Katolik bukan sekadar gelar atau nama belaka. Hidup baru berarti sungguh-sungguh hidup seperti Yesus: penuh belas kasih, jujur, dan rela melayani.

Di tengah budaya modern yang sering mengukur keberhasilan dari jabatan, kekayaan, atau popularitas di media sosial, Romo Antonius menegaskan standar berbeda dari Yesus. Di mata Tuhan, orang yang paling besar adalah mereka yang paling banyak mengasihi dan menjadi berkat bagi sesama.

“Tuhan menghargai hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar. Seperti senyum kepada yang sedih, kunjungan kepada orang sakit, mendengarkan keluhan teman, membantu tetangga, atau menyapa orang yang sering diabaikan. Semuanya itu memiliki nilai yang kekal di hadapan Allah,” tegasnya.

Jangan Lupa Tuhan Jangan Lewatkan Berkat

Romo Antonius menutup homilinya dengan pesan penuh harapan agar Gereja tidak hanya hadir secara fisik di gedung gereja, tetapi juga hidup aktif di tengah masyarakat. Ia mendorong setiap keluarga menjadi tempat pertama belajar mengasihi dan setiap lingkungan menjadi wadah persaudaraan.

“Kabar sukacita hari ini adalah Tuhan tidak pernah membiarkan kasih yang kita taburkan menjadi sia-sia. Mungkin manusia tidak melihatnya, mungkin tidak ada tepuk tangan atau penghargaan, tetapi Tuhan melihat semuanya. Ia mengenal setiap air mata yang disembunyikan dan setiap pengorbanan yang kita lakukan,” pungkas Romo Antonius.

(Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya