
Merombok, 19 Juli 2026 – Setelah proses restrukturisasi kepengurusan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok rampung dan pengurus baru resmi ditetapkan, Pastor Paroki RD. Antonius Sanor menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan besarnya terhadap kebangkitan organisasi kaum muda di paroki tersebut. Sambutan itu disampaikan dalam pertemuan OMK yang berlangsung di Pendopo Pastoran Paroki, Minggu (19/07/2026), usai Tim Formatur menetapkan Roberto Florio Tito Tarang sebagai Ketua OMK Paroki Merombok.
Dalam sambutannya, RD. Antonius mengungkapkan bahwa lahirnya kepengurusan baru menjadi jawaban atas kerinduan yang selama ini ia rasakan terhadap hadirnya organisasi OMK yang aktif dan mampu menjadi wadah pembinaan iman kaum muda di Paroki Merombok.
“Saya sangat bersyukur dengan adanya kelompok OMK yang baru ini. Dalam beberapa kesempatan saya sering ditanya bagaimana perkembangan kelompok-kelompok kategorial di paroki. Saya bisa menjelaskan tentang kelompok lain yang sudah berjalan baik, tetapi ketika ditanya tentang OMK, saya merasa belum bisa menjawab dengan puas. Karena itu saya terus berpikir bagaimana caranya supaya OMK bisa bangkit dan berkembang,” ungkapnya.
Menurut Pastor Anton, sapaan akrab RD. Antonius Sanor, pertemuan demi pertemuan yang diawali dengan kegiatan rekoleksi hingga rekreasi bersama di Pantai Batu Gosok menjadi momentum penting yang mempertemukan kembali orang-orang muda Katolik di Paroki Merombok.
Ia mengaku bersyukur karena melalui proses tersebut semakin terlihat bahwa Paroki Merombok memiliki banyak kaum muda yang siap mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.
“Saya bersyukur karena sejak pertemuan-pertemuan itu kita mulai menunjukkan bahwa ternyata di paroki ini ada banyak Orang Muda Katolik yang siap terlibat. Hari ini kita melihat buahnya. Pengurus sudah terbentuk dan kita juga sudah mulai memiliki gambaran program yang akan dijalankan,” katanya.
Melanjutkan Semangat OMK Sejak Masih Berstatus Stasi
RD. Antonius juga mengungkapkan bahwa sebelum Paroki Merombok berdiri sebagai paroki definitif, komunitas OMK saat masih berstatus stasi sebenarnya pernah menunjukkan kiprah yang cukup baik.
Hal itu ia ketahui setelah menelusuri dokumentasi kegiatan di media sosial.
“Saya sempat melihat kembali dokumentasi di Facebook. Ternyata ketika masih berstatus stasi, OMK cukup aktif dan memiliki banyak kisah baik. Karena itu saya berpikir, jangan sampai setelah menjadi paroki justru kita harus memulai semuanya dari nol,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan semangat pelayanan yang pernah tumbuh sebelumnya sekaligus menghadirkan warna baru dalam kehidupan menggereja.
Orang Muda Adalah Harapan Gereja
Pastor Anton menegaskan bahwa keberadaan OMK bukan hanya sekadar organisasi, melainkan investasi Gereja dalam mempersiapkan generasi penerus.
Ia mengibaratkan peran orang muda di Gereja sebagaimana peran pemuda dalam kehidupan berbangsa.
“Kalau di negara pemuda disebut sebagai harapan masa depan bangsa, maka di Gereja orang muda adalah harapan masa depan Gereja. Hari ini adalah tanda yang sangat baik bahwa Paroki Merombok memiliki generasi penerus yang siap melayani.”
Karena itu, ia mengajak pengurus yang baru untuk terus belajar, berdiskusi, dan membangun kerja sama dengan para pembina, dewan paroki, maupun para imam agar pelayanan OMK semakin berkembang.
“Kepengurusan sudah terbentuk. Tinggal bagaimana ke depan terus berdiskusi dengan para pembina, para penasihat, Romo pendamping, serta pengurus yang sudah memiliki pengalaman. Kita berjalan bersama membangun paroki ini.”
Paroki Siap Mendukung Seluruh Program OMK
Dalam kesempatan tersebut, RD. Antonius juga menegaskan komitmen penuh Pastor Paroki bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), dan seluruh pengurus paroki untuk mendukung berbagai kegiatan OMK.
“Kami, para imam, DPP, DKP, dan seluruh pengurus paroki akan senantiasa mendukung hal-hal baik yang akan dijalankan oleh OMK.”
Dukungan itu bahkan mulai diwujudkan melalui kolaborasi lintas seksi. Salah satunya adalah keterlibatan OMK dalam program Pepayanisasi yang digagas Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Merombok.
Menurut Pastor Anton, usulan bantuan bibit yang sebelumnya diajukan kepada PSE Keuskupan telah mendapat tanggapan positif sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan bersama OMK.
“Nanti PSE akan menggandeng OMK dalam pelaksanaan program Pepayanisasi, terutama dalam pengadaan bibit. Syukur kepada Tuhan, permohonan bantuan yang kita ajukan sudah mendapat respons positif dari keuskupan. Ini menjadi kesempatan baik bagi OMK untuk mulai berkarya secara nyata.”
Ia berharap kerja sama tersebut menjadi awal keterlibatan aktif OMK dalam berbagai karya pastoral dan pemberdayaan umat.
Menjadi Mitra Pelayanan Paroki
Menutup sambutannya, RD. Antonius berharap OMK terus menjadi komunitas yang hidup, solid, dan siap terlibat dalam setiap kegiatan paroki.
Menurutnya, keberadaan OMK akan sangat membantu pelayanan Gereja karena menjadi kelompok yang dapat diandalkan dalam berbagai kegiatan pastoral.
“Tentu banyak kegiatan yang bisa kita jalankan bersama. Kehadiran OMK menjadi hal yang sangat positif karena memudahkan pelayanan paroki. Dalam berbagai kegiatan nanti, OMK diharapkan menjadi kelompok yang selalu siap membantu sehingga pelayanan Gereja semakin hidup.”
Ia juga menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus OMK akan segera dijadwalkan setelah seluruh struktur organisasi dan seksi-seksi pelayanan terbentuk.
Terbentuknya kepengurusan baru OMK Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok menandai babak baru perjalanan orang muda Katolik di paroki tersebut. Setelah restrukturisasi organisasi rampung, semangat yang dibangun kini diarahkan pada penyusunan program nyata, penguatan iman, serta peningkatan peran kaum muda dalam berbagai karya pastoral. Dengan dukungan penuh pastor paroki, para pembina, dan seluruh umat, OMK diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Katolik yang beriman, kreatif, dan siap melayani Gereja serta masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)





