Dari Dapur ke Peluang Usaha: Ibu-Ibu Paroki Merombok Temukan Makna Baru Pemberdayaan Perempuan

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 20 Juni 2026 – Pelatihan Ekonomi Rumah Tangga (UMKM) bagi kaum perempuan yang diselenggarakan Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Labuan Bajo di Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok tidak hanya memberikan keterampilan praktis dalam mengolah pangan lokal, tetapi juga menghadirkan kesadaran baru tentang peran strategis perempuan dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Dari Dapur ke Peluang Usaha Ibu Ibu Paroki Merombok Temukan Makna Baru Pemberdayaan Perempuan

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan perempuan tahun sebelumnya itu mendapat sambutan positif dari para peserta yang merupakan utusan Komunitas Basis Gerejani (KBG). Mereka mengaku memperoleh wawasan baru tentang kesetaraan martabat, potensi diri, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari lingkungan sekitar.

Rosalia Rosdiana, pengurus Seksi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Paroki Merombok, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan dikemas secara menarik sehingga peserta dapat mengikuti seluruh materi dengan antusias.

Menurutnya, materi tentang gender membantu kaum perempuan menyadari bahwa mereka memiliki potensi besar untuk mandiri dan berdaya dalam berbagai bidang kehidupan. Sementara itu, pelatihan pengolahan pangan lokal membuka peluang baru bagi para ibu untuk memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka menjadi produk yang bernilai ekonomis.

“Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami. Kami belajar bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar bagi keluarga maupun masyarakat,” ungkap Rosalia.

Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

“Semoga keterampilan mengolah pangan lokal ini dapat menjadi sumber pendapatan baru yang membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” harapnya.

Kesan serupa disampaikan Hildagardis Since yang akrab disapa Endak, perwakilan dari KBG Santo Kristoforus. Baginya, pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai peran perempuan dalam sektor pangan lokal.

Dari Dapur ke Peluang Usaha Ibu Ibu Paroki Merombok Temukan Makna Baru Pemberdayaan Perempuan

Ia mengaku selama ini aktivitas seperti memasak, mengolah makanan, mengurus rumah tangga, dan merawat anak sering dipandang hanya sebagai tugas domestik. Namun melalui materi yang disampaikan, ia menyadari bahwa pekerjaan tersebut memiliki nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi keluarga dan masyarakat.

“Kontribusi perempuan dalam rantai pangan lokal sebenarnya merupakan kerja produktif yang bernilai tinggi, tetapi sering kali kurang terlihat dan kurang dihargai,” katanya.

Hildagardis mengajak umat dan pengurus gereja untuk mengubah cara pandang terhadap peran perempuan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pengolahan pangan lokal tidak boleh lagi dianggap sekadar bantuan bagi suami atau pekerjaan sampingan, melainkan sebagai bagian penting dari upaya membangun ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Ia berharap program-program pemberdayaan yang akan datang semakin memperhatikan perspektif gender dengan memberikan akses yang lebih luas bagi perempuan terhadap pelatihan, pengembangan keterampilan, dan peluang usaha.

“Kita perlu membangun sistem yang lebih adil dan memberdayakan, sehingga perempuan dapat mengembangkan karunia dan potensi yang dimiliki demi kesejahteraan keluarga, Gereja, dan masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan yang menghadirkan materi tentang gender dan praktik pengolahan pangan lokal seperti Keripik Keladi (Teko) dan Dadar Gulung ini menjadi bukti nyata komitmen Gereja dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya. Tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi keluarga serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (Komsos Paroki Merombok – Kontributor: Eka, Editor: Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya