Merombok, 10 Juli 2026 – Peserta Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok kembali memperoleh pembekalan penting mengenai kesehatan. Kali ini, materi bertajuk Informasi Dasar Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS disampaikan oleh Ibu Dewi, tenaga kesehatan dari Puskesmas Labuan Bajo, di Aula Paroki, Jumat (10/07/2026).

Materi ini menjadi bagian dari upaya Gereja mempersiapkan pasangan calon suami istri secara utuh, tidak hanya dari sisi spiritual dan kehidupan berkeluarga, tetapi juga dari aspek kesehatan. Pemahaman mengenai IMS dan HIV/AIDS dinilai penting agar pasangan mampu menjaga kesehatan diri, pasangan, serta anak-anak yang kelak dipercayakan Tuhan kepada mereka.
Dalam pemaparannya, Ibu Dewi menjelaskan bahwa Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan kelompok penyakit yang salah satu cara penularannya melalui hubungan seksual. Namun, beberapa jenis IMS juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun melalui darah yang terkontaminasi. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan yang benar mengenai penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah-langkah pencegahannya.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai HIV, virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, serta AIDS yang merupakan kumpulan gejala akibat menurunnya daya tahan tubuh karena infeksi HIV. Dijelaskan bahwa HIV dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Selain menjelaskan cara penularan, pemateri juga meluruskan berbagai stigma yang masih berkembang di masyarakat. HIV tidak ditularkan melalui sentuhan, berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, maupun penggunaan fasilitas umum secara bersama. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap yang benar terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), yaitu menjauhi penyakitnya tanpa mendiskriminasi penderitanya.
“Kunci utama pencegahan adalah menjalani perilaku hidup yang sehat dan bertanggung jawab, setia kepada pasangan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Pengetahuan yang benar akan membantu pasangan melindungi diri, pasangan, dan keluarga yang akan dibangun,” ungkap Ibu Dewi di hadapan para peserta.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan layanan skrining HIV dan IMS yang tersedia di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dini menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi risiko kesehatan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin apabila diperlukan.
Melalui materi ini, Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok bersama Puskesmas Labuan Bajo menunjukkan komitmen bersama dalam membangun keluarga-keluarga Katolik yang sehat, bertanggung jawab, dan siap mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Pembekalan kesehatan menjadi pelengkap dari pembinaan iman dalam Kursus Persiapan Perkawinan Katolik, sehingga setiap pasangan tidak hanya siap menerima Sakramen Perkawinan, tetapi juga siap mengemban tanggung jawab membangun keluarga yang sehat, saling menghormati, dan terbuka terhadap kehidupan. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)





