Buka KPPK Gelombang II 2026, Pastor Antonius: Keluarga yang Kokoh Dibangun di Atas Fondasi Iman

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 07 09 at 14.24.12
Pastor Paroki Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus Merombok RD. Antonius Sanor membuka Kursus Persiapan Perkawinan katolik (KPPK) Gelombang II, (Foto: Komsos Paroki)

Merombok, 9 Juli 2026 – Sebanyak 24 pasangan atau 48 calon pengantin mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) Gelombang II Tahun 2026 yang diselenggarakan Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Juli 2026, ini secara resmi dibuka oleh Pastor Paroki, RD Antonius Sanor, di Aula Paroki, Kamis (9/7).

KPPK merupakan salah satu bentuk pelayanan pastoral Gereja dalam mempersiapkan pasangan calon suami-istri memasuki Sakramen Perkawinan. Melalui pembekalan iman dan keterampilan hidup berkeluarga, Gereja berharap setiap pasangan mampu membangun keluarga Kristiani yang kokoh, harmonis, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat.

WhatsApp Image 2026 07 09 at 14.25.08
Para Peserta KPPK Paroki Santa Theresia dari kanak kanak Yesus Merombok serius mendengarkan paparan materi oleh RD. Kristo selamat. (Foto: Komsos Paroki)

Dalam sambutannya, RD Antonius Sanor mengawali refleksinya dengan menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan perjuangan seseorang dalam menemukan cinta. Lagu tersebut menjadi pengantar untuk menegaskan bahwa cinta sejati tidak lahir begitu saja, melainkan harus diperjuangkan dengan kesungguhan, pengorbanan, dan persiapan yang matang.

“Untuk menemukan cinta, memperjuangkan cinta, dan mempersatukan cinta, dibutuhkan perjuangan, usaha, dan persiapan. Demikian pula membangun hidup perkawinan dan keluarga,” ujar Romo Antonius.

Menurutnya, inilah alasan Gereja terus menyelenggarakan Kursus Persiapan Perkawinan. KPPK bukan sekadar syarat administratif untuk menerima Sakramen Perkawinan, tetapi merupakan proses pembinaan agar pasangan memahami makna panggilan hidup berkeluarga dan mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.

Romo Antonius kemudian mengajak peserta melihat perjalanan hidup manusia yang terdiri dari tiga tahapan penting, yakni kelahiran, perkawinan, dan kematian. Dari ketiga tahap tersebut, perkawinan menjadi fase yang direncanakan secara sadar sehingga memerlukan kesiapan yang sungguh-sungguh.

“Selama tiga hari ke depan kita akan belajar bersama tentang banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Semua materi ini merupakan bekal praktis yang akan menjadi fondasi dalam membangun rumah tangga. Sebuah bangunan hanya akan bertahan jika memiliki fondasi yang kuat. Demikian pula keluarga Katolik akan tetap kokoh apabila dibangun di atas dasar iman, kasih, dan pengetahuan yang benar,” tuturnya.

Ia juga mengajak peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif, mencatat hal-hal penting, dan terus mempelajari materi setelah kursus selesai. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, Paroki Santa Theresia Merombok akan menyediakan materi KPPK melalui portal resmi paroki sehingga dapat diakses kembali oleh seluruh peserta.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki, Agustinus Bayu Warta, mengingatkan bahwa KPPK merupakan langkah awal menuju kehidupan perkawinan yang berlandaskan kasih Kristus.

“Kursus Persiapan Perkawinan bukan sekadar memenuhi syarat menuju pernikahan, tetapi menjadi langkah awal membangun keluarga yang berlandaskan kasih Kristus,” ungkapnya.

WhatsApp Image 2026 07 09 at 14.24.52
RD. Kristo Selamat memaparkan materi Tentang Perkawinan Katolik (Foto: Komsos Paroki)

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh karena seluruh topik yang dibahas berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga sehari-hari. Selain memperdalam kehidupan iman, peserta juga dibekali pengetahuan tentang komunikasi dalam keluarga, pendidikan anak, pengelolaan ekonomi rumah tangga, serta berbagai tantangan yang akan dihadapi setelah menikah. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan berdoa bersama pasangan serta menjalin relasi yang harmonis dengan kedua keluarga sebagai dasar kehidupan perkawinan yang sehat.

Ketua Seksi Keluarga DPP Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Vinsen Purnama, menjelaskan bahwa selama tiga hari para peserta akan mengikuti sebelas materi pokok yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai bidang. Materi tersebut meliputi hakikat dan Sakramen Perkawinan Katolik, spiritualitas keluarga, kesehatan reproduksi, pengelolaan ekonomi keluarga, pendidikan anak, perkawinan adat, relasi suami-istri, pencatatan sipil perkawinan, pencegahan stunting, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta bijak bermedia sosial.

Melalui penyelenggaraan KPPK Gelombang II Tahun 2026 ini, Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok berharap setiap calon pengantin tidak hanya siap merayakan Sakramen Perkawinan, tetapi juga memiliki kedewasaan iman, kesiapan mental, serta keterampilan membangun keluarga yang setia, penuh kasih, dan mampu menjadi Gereja rumah tangga (ecclesia domestica) di tengah kehidupan masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra).

Loading

Berita Lainnya