Buka Bulan Rosario, Vikjen: Saatnya Kembali Menjumpai dan Mengampuni Sesama

Sebarkan Berita ini!

WhatsApp Image 2026 10 01 at 19.38.08

Merombok, 1 Oktober 2026 — Bulan Rosario menjadi momentum bagi umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok untuk kembali membuka hati, memperbaiki relasi dan merajut persaudaraan dengan sesama.

Pesan tersebut disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, RD. Rikardus Manggu, dalam homili Perayaan Ekaristi pesta pelindung Paroki Santa Theresia Merombok sekaligus pembukaan Bulan Rosario, Kamis (1/10/2026) sore.

RD. Rikardus mengajak umat menjadikan bulan Oktober sebagai kesempatan untuk melakukan rekonsiliasi dan saling mengampuni. Jika selama ini terdapat jarak dengan tetangga, konflik dalam keluarga atau hubungan yang renggang karena berbagai persoalan, Bulan Maria menjadi kesempatan untuk kembali berjalan bersama.

“Kalau selama ini kita menjauh dari tetangga karena dianggap membebani hidup kita, saatnya Bulan Maria kita membaharui komitmen kita untuk merajut persaudaraan, jalan bersama,” pesannya.

Ia juga mengingatkan umat agar tidak kehilangan makna perjumpaan nyata di tengah kemajuan teknologi. Telepon genggam dan berbagai sarana komunikasi memang membuat manusia semakin mudah terhubung, tetapi pada saat yang sama dapat membuat orang semakin jauh dari kehadiran satu sama lain.

WhatsApp Image 2026 10 01 at 17.37.43

Menurut RD. Rikardus, perjumpaan sederhana seperti berjabat tangan, berbicara secara langsung, berbagi ruang dan hadir bagi sesama memiliki kekuatan besar dalam membangun kehidupan bersama.

Pengalaman pelayanan Gereja di tengah masyarakat terdampak gempa menjadi salah satu pembelajaran penting. Di tengah penderitaan, kehadiran seorang pelayan Gereja yang datang, menyapa dan menemani dapat menjadi kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali. Demikian pula solidaritas masyarakat yang secara spontan berbagi teras rumah, tidur bersama dan saling menemani menunjukkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri.

Karena itu, umat diajak merawat kembali ruang-ruang perjumpaan dalam keluarga, lingkungan dan komunitas.

“Bulan Maria menjadi satu kesempatan bagi kita untuk membaharui perjumpaan dan kita belajar dari Bunda Maria,” ungkapnya.

Belajar dari Bunda Maria, RD. Rikardus mengajak umat untuk kembali membangun kebiasaan hadir, berkumpul, berdoa dan mengambil bagian dalam kehidupan bersama.

“Ada bersama, hadir secara fisik, ikut mengambil bagian dalam kebersamaan, menjadi sebuah tuntutan untuk zaman kita,” tegasnya.

Bagi umat Paroki Merombok, pembukaan Bulan Rosario akhirnya bukan hanya ajakan untuk memperbanyak doa Rosario, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan kembali kasih melalui tindakan sederhana: menyapa, mengampuni, berjabat tangan, berbagi, hadir dan berjalan bersama.

Sebab, seperti semangat yang diwariskan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar dapat menjadi jalan untuk membangun kehidupan bersama. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya