
Merombok, 11 September 2026 – Pewartaan iman, terutama dalam bentuk katekese, masih menjadi pekerjaan rumah besar untuk semua pemangku kepentingan di Keuskupan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Tantangan utamanya sepi kehadiran umat dan kurang seringnya katekese dilakukan.
Demikian salah satu poin yang bisa ditarik dari pertemuan “Sosialisasi dan Pembekalan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026” di Gereja Paroki St Theresia Dari Kanak-kanak Yesus Merombok, Jumat (11/9/2026). Pemateri utama kegiatan tersebut Ketua Komisi Kitab Suci RD Ito Ramlino. Turut hadir Pastor Paroki Merombok RD Anton Sanor dan Vikaris RD Kristo Selamat. Peserta kegiatan para ketua komunitas basis gerewi (KBG) dan seksi pewartaan KBG/Wilayah, dan para ketekis. Kegiatan difasilitasi Rumpun Pewartaan/Seksi Katekese Paroki Merombok.
Romo Ito menyampaikan katekese Kitab Suci kurang menjadi perhatian dan agak jarang dilakukan. Dibandingkan dengan liturgi, seperti misa atau ibadah, katekese kurang mendapat perhatian dari umat dan juga pemangku kepentingan lainnya.
Padahal, lanjut Kepala Sekolah SMAK Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo itu, katekese Kitab Suci sangat penting. Dalam kegiatan tersebut, kita membacakan firman, merenungkannya, lalu menjadikannya pedoman untuk hidup harian sehingga kualitas kemuridan kita makin baik dari waktu ke waktu.
Sepinya kehadiran umat pada saat katekese juga disampaikan sejumlah katekis dan ketua KBG dalam sesi tanya jawab. Hal itu kemungkinan besar terjadi karena banyaknya kesibukan umat. Namun, hal tersebut kontras dengan kegiatan lain, seperti misa di KBG pada saat penutupan doa rasario. Hal ini menjadi catatan untuk pengembangan reksa pastoral.
Dengan situasi tersebut, lanjut Romo Ito, BKSN 2026 menjadi momen yang baik untuk merenungkan firman Tuhan, membagikan pengalaman, mewujudnyatakan kehendak Tuhan dalam kehidupan.
“Kita harus berkatekese di tengah dinamika, terutama kehadiran umat yang sering tak banyak. Katekese tetap harus jalan meskipun yang hadir sedikit,” ujarnya.
Selain itu, Romo Ito menyampaikan agar selama bulan Kitab Suci ini dan untuk seterusnya semua pertemuan baik di tingkat paroki, wilayah, maupun KBG, dimulai dengan “Doa Biblis”. Doa Biblis adalah doa yang digabungkan dengan pembacaan firman Tuhan, utamanya Injil harian. Perikop Injil dibacakan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan doa.
Terkait materia BKSN 2026, Romo Ito menyampaikan pusat permenungan diambil dari Injil Matius dengan tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa”. Secara ringkas, tema besar ini diturunkan dalam empat pertemuan dengan fokus pada pertemuan pertama tentang pengajaran untuk menjadi murid yang sejati; pertemuan kedua tentang tugas perutusan orang beriman (murid); pertemuan ketiga membahas wujud iman dalam persaudaraan dengan sesama; dan pertemuan keempat tentang arah keberimanan kita, yakni hidup kekal.
“Karena tema ini saling terkait, diusahakan agar para katekis membawakannya secara berurutan,” kata Romo Ito.
Berdasarakn diskusi pada sesi tanya jawab sekaligus menjawab tantangan kehadiran umat, pertemuan tersebut merekomendasikan agar katekese dijalankan pada saat Doa Rosario pada Oktober. Ini karena banyak umat yang hadir saat doa yang juga bagus untuk penyebaran pewartaan iman sehingga pesan Tuhan menjangkau banyak orang. Namun, para ketua KBG tetap diberi kesempatan untuk mengatur waktu sendiri di luar bulan Oktober. Tinggal nanti hal tersebut dikomunikasi dengan katekis yang bertugas.
Untuk katekese BKSN 2026, Seksi Katekese Paroki Merombok akan membagi tugas para ketekis ke KBG-KBG. Dengan catatan, katekis dari KBG yang sama ditugaskan di KBG.
Romo Anton menyampaikan terima kasih kepada Romo Ito untuk kesediaanya hadir dalam sosialisasi dan pembekalan BKSN 2026. Penguatan awal ini penting agar bisa menjadi arah dasar bagi para katekis dan ketua KBG.
Tak lupa Romo Anton menyampaikan terima kasih kepada Rumpun Pewartaan yang memfasilitasi terlenggaranya kegiatan. Terima kasih yang sama juga untuk para ketua KBG dan katekis yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Ditambahkan hal teknis terkait katekese nanti diatur oleh Seksi Katekese. (Komsos Paroki Merombok-Videlis Jemali/Koordinator Rumpun Pewartaan/Seksi Katekese)





