Merombok, 6 September 2026 — Umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diajak untuk menjadikan kasih sebagai dasar dalam menjalankan perintah Tuhan dan membangun kehidupan bersama. Ajakan tersebut disampaikan Pastor Paroki, RD. Antonius Sanor, dalam renungan pada Misa Minggu Biasa ke-23 sekaligus Pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Minggu (06/09/2026).

BKSN 2026 mengangkat tema “Yesus Guru yang Berkuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin mengenal Yesus melalui Injil Matius, bukan hanya dengan membaca Kitab Suci, tetapi juga mendengarkan Sabda-Nya, belajar dari-Nya dan membiarkan Sabda Tuhan mengubah cara berpikir, berbicara serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perayaan Ekaristi tersebut, umat merenungkan Bacaan Injil Matius 18:15–20, yang antara lain mengajarkan tentang bagaimana seorang murid Kristus hendaknya menegur saudaranya yang melakukan kesalahan. Yesus mengajarkan, “Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata.”
Bagi RD. Antonius Sanor, pesan Injil tersebut merupakan panggilan bagi setiap umat untuk menjadi penjaga dan penasihat yang penuh kasih bagi sesama. Kasih, menurutnya, tidak selalu berarti diam ketika melihat saudara berada di jalan yang salah.
Ketika melihat seseorang mulai menjauh dari Tuhan, terjebak dalam kebiasaan buruk atau melakukan sesuatu yang dapat merusak kehidupannya, umat tidak seharusnya bersikap acuh. Sebaliknya, umat dipanggil untuk berani mengingatkan dan membantu sesama kembali ke jalan yang benar.
Namun, RD. Antonius menegaskan bahwa menegur bukan berarti mempermalukan, menghakimi, menggosipkan atau menyebarkan kesalahan orang lain, termasuk melalui media sosial.
“Menegur dengan kasih berarti berani berbicara langsung, tetapi dengan hati yang rendah dan penuh kasih,” pesannya.
Ia mengajak umat membedakan antara menasihati dan menghakimi. Menghakimi berusaha menunjukkan kesalahan orang lain, sedangkan kasih berusaha membantu seseorang memperbaiki diri. Karena itu, sebelum menegur, seseorang perlu bertanya kepada dirinya sendiri apakah teguran tersebut benar-benar lahir dari kasih atau justru dari perasaan bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain.
Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan keluarga dan komunitas Gereja. Orang tua perlu menasihati anak, suami dan istri saling mengingatkan, demikian pula umat dalam KBG, lingkungan, OMK, Sekami dan kelompok kategorial.
“Kalau ada yang jatuh, mari kita bantu dia berdiri. Kalau ada yang lemah, mari kita kuatkan. Kalau ada yang tersesat, mari kita tuntun kembali pada jalan yang benar,” ajak RD. Antonius.
Untuk memperkuat renungannya, RD. Antonius juga menyampaikan kisah tentang seorang pelukis yang meminta orang lain menunjukkan kesalahan dalam lukisannya. Banyak orang dengan mudah menandai bagian yang dianggap salah. Namun, ketika mereka diminta memperbaiki kesalahan tersebut, tidak seorang pun melakukannya.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa manusia sering kali lebih mudah menemukan kesalahan daripada membantu memperbaikinya.
Melalui pembukaan BKSN 2026, RD. Antonius mengajak umat Paroki Merombok untuk semakin dekat dengan Kitab Suci dan mengenal wajah Yesus dalam Injil Matius sebagai Guru yang mengajarkan kebenaran sekaligus kasih.
Sabda Tuhan hendaknya tidak berhenti pada kata-kata yang didengar dalam perayaan Ekaristi, tetapi diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui sikap saling menjaga, menguatkan, menasihati dan mengampuni.
Kasih adalah dasar semua perintah. Karena itu, setiap nasihat dan teguran hendaknya diberikan bukan untuk menjatuhkan atau mempermalukan, melainkan untuk menyelamatkan dan membantu sesama menjadi lebih baik.
Dengan semangat BKSN 2026, umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diajak untuk semakin mengenal Yesus, belajar dari-Nya dan menghadirkan wajah kasih-Nya dalam kehidupan keluarga, komunitas dan masyarakat. (Komsos paroki Merombok-Tian Candra)





