RD. Kristo Selamat: Tumbuhkan Gandum Kebaikan, Jangan Mudah Menghakimi Sesama

Sebarkan Berita ini!

Lantunan Merdu Koor Depag Mabar dan Program Naring Mori Kelegaan di Tengah Beban Hidup

Merombok (19 Juli 2026) – Umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XVI di Gereja Paroki, Minggu (19/07/2026). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Kristo Selamat yang dalam homilinya mengajak umat untuk menumbuhkan “gandum kebaikan” di dalam hati, sekaligus belajar meneladani kesabaran dan belas kasih Allah terhadap setiap manusia.

RD. Kristo mengangkat pertanyaan yang kerap muncul di tengah kehidupan: Mengapa orang yang berbuat jahat seolah hidup tenang? Mengapa Tuhan tidak segera menghukum mereka?

Menurutnya, Sabda Tuhan hari ini memberikan jawaban yang melampaui cara berpikir manusia. Kemahakuasaan Allah tidak pertama-tama dinyatakan melalui hukuman atau amarah, melainkan melalui kesabaran yang memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat dan berubah.

“Kesabaran Allah bukanlah tanda kelemahan, tetapi ungkapan kasih-Nya yang begitu besar. Allah selalu memberi waktu kepada manusia untuk bertobat, berubah, dan menghasilkan buah yang baik,” ungkap RD. Kristo.

Mengacu pada perumpamaan tentang gandum dan ilalang dalam Injil, RD. Kristo menjelaskan bahwa Tuhan sengaja membiarkan keduanya tumbuh bersama hingga masa panen. Hal itu menunjukkan bahwa Allah melihat bukan hanya keadaan seseorang saat ini, tetapi juga kemungkinan pertobatan yang dapat dikerjakan oleh rahmat-Nya.

Ia mengingatkan bahwa manusia justru sering bersikap sebaliknya. Kita mudah memberi cap kepada orang lain, cepat menghakimi, bahkan enggan memberi kesempatan kepada sesama untuk berubah.

“Kalau Allah begitu sabar terhadap kita yang penuh kelemahan dan dosa, mengapa kita begitu mudah kehilangan kesabaran terhadap sesama?” tanyanya kepada umat.

Dalam bacaan kedua, lanjutnya, Rasul Paulus menghibur umat dengan meyakinkan bahwa Roh Kudus senantiasa membantu manusia dalam kelemahannya. Karena itu, setiap orang tidak perlu takut ketika merasa lemah atau jatuh, sebab Roh Kudus tetap bekerja membimbing, menguatkan, dan menopang perjalanan iman.

RD. Kristo juga mengajak umat untuk melihat ke dalam diri sendiri. Menurutnya, setiap orang memiliki benih-benih kasih, tetapi sekaligus juga memiliki “ilalang” berupa egoisme, kemarahan, dendam, dan berbagai kelemahan lainnya. Tuhan terus bekerja di dalam hati manusia untuk menumbuhkan benih-benih kebaikan sekaligus membantu mencabut ilalang tersebut melalui pertobatan yang terus-menerus.

Tiga Langkah Menghayati Sabda Tuhan

Menutup homilinya, RD. Kristo mengajak umat menghidupi Sabda Tuhan melalui tiga langkah sederhana namun mendalam.

Pertama, jangan mudah menghakimi orang lain. Apa yang terlihat di permukaan belum tentu menggambarkan seluruh kehidupan seseorang. Manusia hanya melihat apa yang tampak, sedangkan Allah mengenal hati setiap orang.

Kedua, berilah kesempatan kepada sesama untuk berubah dan bertobat. Alih-alih menyingkirkan atau memberi label buruk kepada orang lain, umat diajak menjadi pribadi yang menghadirkan belas kasih sehingga orang lain memperoleh ruang untuk bangkit dan mengalami pertobatan.

Ketiga, setiap hari memohon Roh Kudus agar menumbuhkan gandum kebaikan di dalam hati. Sekecil apa pun benih kebaikan yang dimiliki, hendaknya terus dipelihara agar menghasilkan buah yang membawa berkat bagi sesama.

“Semoga melalui hidup kita, orang-orang merasakan bahwa Allah yang kita imani bukan hanya Allah yang adil, tetapi juga Allah yang penuh belas kasih, yang tidak pernah lelah memberi kesempatan kepada anak-anak-Nya untuk bertobat, kembali kepada-Nya, dan menghasilkan buah yang bermanfaat bagi banyak orang,” tutup RD. Kristo.

Melalui perayaan Minggu Biasa XVI ini, umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diajak semakin menyadari bahwa panggilan sebagai murid Kristus bukanlah menjadi hakim bagi sesama, melainkan menjadi pribadi yang sabar, penuh kasih, dan terus menumbuhkan gandum kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (Komsos Paroki Merombok- Tian Candra)

Loading

Berita Lainnya