
Merombok, 12 Juli 2026 – Umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XV dengan penuh khidmat pada Minggu (12/7/2026). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki, RD. Antonius Sanor, yang dalam homilinya mengajak umat untuk mempersiapkan hati sebagai “tanah yang subur” agar Sabda Allah dapat bertumbuh dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari.
Pastor Antonius menggunakan dunia pertanian sebagai gambaran yang sangat dekat dengan kehidupan umat. Ia menjelaskan bahwa setiap petani memahami dua syarat utama agar tanaman menghasilkan panen yang baik, yakni benih yang unggul dan tanah yang subur.
“Benih yang baik saja tidak cukup. Ia harus ditanam di tanah yang baik dan dirawat dengan sungguh-sungguh agar dapat menghasilkan buah yang berlipat ganda,” ungkapnya.
Menurut Pastor Antonius, perumpamaan Yesus tentang penabur bukan sekadar berbicara mengenai pertanian, melainkan menggambarkan bagaimana Sabda Allah ditaburkan ke dalam hati setiap orang. Sabda Tuhan selalu baik, tetapi hasilnya sangat bergantung pada kesiapan hati masing-masing untuk menerima dan menghidupinya.

Ia menjelaskan bahwa hati yang tertutup terhadap kebenaran diibaratkan seperti tanah di pinggir jalan, tempat benih tidak dapat bertumbuh. Ada pula hati yang seperti tanah berbatu, yang awalnya menerima Sabda Tuhan dengan penuh semangat, tetapi mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Sementara hati yang dipenuhi berbagai kekhawatiran, godaan, dan kepentingan duniawi digambarkan seperti tanah yang dipenuhi semak duri sehingga Sabda Tuhan tidak dapat berkembang dengan baik.
Sebaliknya, hati yang terbuka, rendah hati, dan mau dibimbing oleh Tuhan merupakan tanah yang subur, tempat Sabda Allah bertumbuh dan menghasilkan buah yang melimpah.
“Hati yang baik adalah tempat di mana segala sesuatu yang benar, yang baik, yang penting, dan yang berguna dapat bertumbuh dan menghasilkan buah tiga puluh, enam puluh bahkan seratus kali lipat,” tegasnya.
Pastor Antonius juga mengingatkan bahwa menerima Sabda Tuhan membutuhkan ketekunan dan kesetiaan. Banyak orang bersemangat di awal ketika memulai sesuatu yang baik, tetapi kemudian menyerah ketika menghadapi kesulitan. Karena itu, umat diajak untuk tetap setia menjalankan nilai-nilai Injil dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan di tengah Gereja.
Bagian akhir homilinya, Pastor Antonius menyampaikan sebuah kisah inspiratif tentang seorang raja yang mengadakan sayembara mencari menantu. Raja membagikan benih yang sebenarnya telah direbus sehingga mustahil tumbuh. Setelah tiga bulan, hampir semua peserta membawa tanaman yang subur, kecuali satu orang yang datang membawa pot kosong sambil mengakui bahwa benih tersebut tidak tumbuh.
Justru peserta yang jujur itulah yang dipilih menjadi menantu sang raja, karena ia tidak mengganti benih yang diberikan. Melalui kisah tersebut, Pastor Antonius menegaskan bahwa Tuhan tidak hanya melihat hasil, tetapi juga kejujuran, ketulusan, dan kesetiaan seseorang dalam menjalani kehidupan.
“Biarkan hati kita menjadi tempat bertumbuhnya segala sesuatu yang baik, benar, penting, dan berguna. Jangan memberi ruang bagi hal-hal yang buruk untuk berkembang. Sebab pada akhirnya kita akan menuai apa yang kita tanam,” pesannya.
Melalui Sabda Tuhan pada Minggu Biasa XV ini, umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok diajak untuk terus memelihara hati yang terbuka terhadap Sabda Allah, sehingga kehidupan mereka menghasilkan buah kasih, kejujuran, kesetiaan, dan kebaikan yang menjadi kesaksian nyata di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. (Komsos Paroki Merombok-Tian Candra)





