Labuan Bajo, 19 Juni 2026 – Di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo, masih ada kelompok masyarakat yang kerap menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses hak-hak dasar dan berpartisipasi secara penuh dalam kehidupan sosial, yakni penyandang disabilitas. Berangkat dari keprihatinan tersebut, Caritas Indonesia (Karina KWI) bersama Caritas Italiana mengambil langkah nyata untuk menjemput mereka yang selama ini kerap terpinggirkan melalui verifikasi Program Community Based Inclusive Development (CBID) di Keuskupan Labuan Bajo.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Juni 2026 ini menjadi bagian dari upaya membangun komunitas yang lebih inklusif, berkeadilan, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Program CBID sendiri merupakan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang bertujuan mendorong pemenuhan hak, partisipasi, serta pemberdayaan penyandang disabilitas agar dapat terlibat secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama empat hari, tim gabungan dari Caritas Indonesia dan Caritas Italiana tidak hanya melakukan verifikasi data, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan pengalaman hidup para penyandang disabilitas dan keluarganya. Melalui kunjungan ke lima keluarga yang memiliki anggota penyandang disabilitas, tim memperoleh gambaran nyata mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari akses terhadap layanan publik, pendidikan, kesempatan kerja, hingga keterlibatan dalam kehidupan sosial.
Pendekatan ini menjadi wujud nyata bahwa pembangunan yang inklusif harus dimulai dengan mendengarkan suara mereka yang selama ini sering tidak terdengar.
Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus. Dalam pertemuan bersama tim Caritas, beliau menegaskan pentingnya perhatian Gereja terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan visi Keuskupan Labuan Bajo yang ingin menghadirkan Gereja yang dekat dengan mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain melakukan kunjungan keluarga, tim juga mengadakan pertemuan strategis dengan Uskup, Direktur Caritas Keuskupan, dan para staf terkait untuk memetakan kondisi penyandang disabilitas di wilayah Keuskupan Labuan Bajo serta mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang membutuhkan intervensi.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama tujuh Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDs). Forum ini menjadi ruang penting untuk mendengarkan aspirasi, pengalaman, dan rekomendasi dari para penyandang disabilitas sendiri. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi landasan dalam merancang program yang lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Caritas Indonesia berperan sebagai koordinator kegiatan sekaligus verifikator data. Sementara itu, Caritas Italiana memberikan dukungan teknis, pendampingan strategis, serta berbagi pengalaman dan praktik baik dari berbagai program inklusi disabilitas yang telah dijalankan di berbagai negara. Keuskupan Labuan Bajo menunjukkan komitmen kuat dengan menyediakan data, membangun koordinasi dengan mitra lokal, serta menyiapkan dukungan bagi implementasi program di masa mendatang.
Hasil dari proses verifikasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan sektor prioritas, bentuk kegiatan, dan kelompok sasaran dalam pengembangan Program CBID di Keuskupan Labuan Bajo. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Gereja, organisasi penyandang disabilitas, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang semakin inklusif. Melalui kolaborasi ini, Caritas Indonesia, Caritas Italiana, dan Keuskupan Labuan Bajo ingin memastikan bahwa tidak seorang pun tertinggal dalam proses pembangunan. Sebab komunitas yang kuat bukanlah komunitas yang hanya memperhatikan mereka yang mampu berjalan lebih cepat, melainkan komunitas yang bersedia berjalan bersama mereka yang selama ini berada di pinggir, agar semua orang dapat hidup dengan martabat, kesempatan, dan harapan yang sama. (Komsos Paroki Merombok-Sumber: Release Caritas-Kontak Media: [Ignasius Haryanto] [Staf Caritas] [081242965455]/Tian Candra**)





