Dilantik pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Putra Putri Altar Diajak Menjadi Penjaga Ekaristi

Sebarkan Berita ini!

Merombok, 7 Juni 2026 – Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok, Minggu (7/6/2026), menjadi momen istimewa bagi puluhan anak yang resmi dilantik sebagai Putra Putri Altar (PPA). Pelantikan tersebut berlangsung dalam Misa Kudus yang dipimpin oleh RD. Kristo Selamat.

Dilantik pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Putra Putri Altar Diajak Menjadi Penjaga Ekaristi

Dalam homilinya, RD. Kristo Selamat menegaskan pentingnya Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan iman umat Katolik. Ia mengajak seluruh umat untuk setia mengikuti Misa Kudus dan menerima Kristus dalam Ekaristi sebagai kekuatan yang memulihkan, menyembuhkan, dan menuntun hidup manusia.

“Mari datang Misa. Ini bukan sekadar ajakan manusia, tetapi ajakan Yesus sendiri. Siapa yang makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,” tegas RD. Kristo mengutip Injil Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Menurutnya, Ekaristi bukan hanya simbol, melainkan kehadiran nyata Kristus yang telah dijaga dan diwariskan Gereja selama berabad-abad. Karena itu, umat diajak untuk tetap datang mengikuti Misa, baik dalam keadaan merasa layak maupun tidak layak, sebab Ekaristi merupakan sakramen keselamatan yang memulihkan manusia.

Dilantik pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus Putra Putri Altar Diajak Menjadi Penjaga Ekaristi

Secara khusus, RD. Kristo memberikan perhatian kepada anak-anak yang dilantik sebagai Putra Putri Altar. Ia menyampaikan bahwa tugas melayani altar merupakan pelayanan yang luhur dan suci karena berhubungan langsung dengan misteri Ekaristi.

“Hari ini mereka dilantik untuk menyatakan kepada kita semua betapa pentingnya Ekaristi. Dalam usia yang masih sangat muda, mereka dibiasakan untuk dekat dengan Kristus dan berdiri di hadapan altar Tuhan,” katanya.

Menurut Pastor Kristo, kedekatan anak-anak dengan altar dan Ekaristi akan menjadi fondasi kuat bagi perjalanan hidup mereka di masa depan. Meskipun suatu saat mereka mungkin menghadapi berbagai tantangan dan godaan hidup, pengalaman melayani Tuhan akan menjadi bekal yang menuntun mereka kembali kepada jalan yang benar.

“Saya yakin, karena dijaga dan dibentuk oleh Ekaristi, mereka akan selalu dituntun kembali kepada kehendak Tuhan. Pelayanan ini menjadi sarana agar mereka bertumbuh dalam iman dan semakin mencintai Kristus,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para anggota PPA yang baru dilantik agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati. Menurutnya, menjadi pelayan altar bukan sekadar menjalankan tugas liturgi, tetapi juga proses membentuk diri menjadi pribadi yang suci dan berkenan di hadapan Tuhan.

Menutup homilinya, RD. Kristo Selamat mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa hosti kudus yang diterima dalam Ekaristi bukanlah roti biasa, melainkan Kristus sendiri yang menjadi sumber kehidupan dan kekuatan bagi umat beriman.

“Semoga perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini membangkitkan kembali jiwa kita untuk semakin mencintai Ekaristi. Apa yang kita terima adalah Kristus sendiri, sumber hidup dan kekuatan iman kita,” tutupnya.

Pelantikan Putra Putri Altar dalam perayaan tersebut menjadi tanda harapan bagi Gereja, bahwa generasi muda terus dipersiapkan untuk mencintai Ekaristi dan mengambil bagian aktif dalam pelayanan liturgi demi pertumbuhan iman umat.

Dalam upacara pelantikan, para anggota Putra Putri Altar (PPA) menerima penyerahan simbol-simbol pelayanan berupa lilin, ampul, dan lonceng. Penyerahan benda-benda liturgis tersebut melambangkan panggilan mereka untuk melayani Tuhan melalui tugas-tugas di altar. Selain menjadi tanda kesiapan untuk membantu imam dalam perayaan Ekaristi, ketiga benda itu juga mengandung makna teologis yang mendalam tentang tugas, pengorbanan, dan sukacita dalam pelayanan Gereja.

Lilin yang diterima para anggota PPA melambangkan Kristus sendiri yang disebut sebagai “Terang Dunia”. Sebagai pelayan altar, mereka diharapkan menjadi pribadi yang membawa terang Kristus melalui teladan hidup, doa, dan pelayanan yang tulus di tengah Gereja dan masyarakat.

Sementara itu, ampul yang digunakan untuk membawa air dan anggur mengingatkan umat pada peristiwa penyaliban Kristus. Gereja memaknai air dan darah yang mengalir dari lambung Yesus yang ditikam tombak sebagai lambang Sakramen Baptis dan Ekaristi. Karena itu, penyerahan ampul menjadi simbol kedekatan para pelayan altar dengan misteri keselamatan yang dirayakan dalam Ekaristi.

Adapun lonceng melambangkan panggilan untuk mengarahkan perhatian umat kepada misteri suci yang sedang berlangsung. Dalam tradisi liturgi Gereja, bunyi lonceng menjadi penanda momen-momen penting dalam Perayaan Ekaristi, terutama saat konsekrasi. Suaranya mengingatkan umat bahwa peristiwa keselamatan sedang terjadi dan Kristus hadir secara nyata di tengah perayaan iman.

Melalui penyerahan lilin, ampul, dan lonceng tersebut, para anggota Putra Putri Altar diingatkan bahwa pelayanan mereka bukan sekadar membantu tata perayaan, melainkan ikut ambil bagian dalam karya Gereja untuk menghadirkan Kristus kepada umat melalui liturgi yang khidmat dan penuh makna. Selain menjalankan tugas liturgi dalam upacara pelantikan, anak-anak Putra Putri Altar juga mempersembahkan koor yang mengiringi seluruh rangkaian Perayaan Ekaristi. Harmoni suara mereka menambah kekhidmatan perayaan sekaligus mencerminkan semangat pelayanan yang menjadi ciri khas para pelayan altar. Keterlibatan mereka dalam koor menunjukkan bahwa panggilan melayani Tuhan dapat diwujudkan melalui berbagai talenta yang dimiliki, baik di altar maupun melalui pujian dan nyanyian liturgi. (Komsos Paroki Merombok-Eka/Tian Candra**)

Loading

Berita Lainnya