Pesta St. Thomas
Ef 2:19-22, Yoh 20:24-29
Hari ini Gereja merayakan Pesta St. Thomas, Rasul. Menurut tradisi Gereja, setelah peristiwa Pentakosta, Rasul Tomas mewartakan Injil hingga ke wilayah Persia dan India. Banyak umat Kristiani di India, khususnya Gereja Santo Tomas di Kerala, meyakini bahwa ia tiba di sana sekitar tahun 52 M dan mendirikan sejumlah komunitas Kristen. Ia akhirnya wafat sebagai martir, diyakini ditikam dengan tombak, sehingga tombak menjadi salah satu lambangnya.
Dalam Injil hari ini, kita mendengar kisah Rasul Tomas yang tidak percaya dengan kabar gembira bahwa para murid-murid yang lain telah melihat Yesus bangkit karena ia belum melihatnya secara langsung. Tetapi ketika Yesus menampakkan diri, Yesus tidak menghukum Tomas melainkan mengundang Tomas untuk melihat dan menyentuh luka-luka-Nya. Setelah itu Tomas mengakui dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Lalu Yesus berkata “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” Sabda ini mengundang kita agar membangun iman tidak hanya bergantung pada apa yang kita lihat, tetapi percaya kepada Allah yang setia.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering seperti Tomas. Ada saat-saat ketika doa terasa belum dijawab, masalah datang silih berganti, dan hilangnya harapan. Lalu kita mulai bertanya, “Apakah Tuhan benar-benar menyertai hidupku?”. Namun Tuhan tidak menolak keraguan itu, melainkan Tuhan selalu hadir dengan penuh kasih, meskipun hadirnya tidak selalu kita rasakan dengan cara yang kita inginkan. Tuhan mengundang kita untuk tetap percaya bahwa kasih dan penyelenggaraan-Nya tidak pernah meninggalkan kita.
Injil hari ini mengajak kita untuk membangun iman yang tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat namun kita dipanggil untuk percaya melalui doa, Sabda Tuhan, sakramen-sakramen dan pengalaman hidup yang selalu dibimbing oleh Tuhan. (Yeni Kurniawati Daung/Katekista Paroki Merombok)
![]()