Bacaan I: 1 Raj 17:7-16
Injil: Mat 5:13-16
Hari ini Yesus menggemakan Sabda Bahagia. Setelah mengguncang pemahaman para murid tentang makna kebahagiaan yang sesungguhnya, kini Yesus mengajak mereka untuk tidak menyembunyikannya. Sebagaimana setiap benih harus ditabur agar bertumbuh, demikian juga sabda bahagia hanya bisa bertumbuh jika diwartakan dengan kesaksian hidup.
Pembicaraan Yesus tentang kewajiban menjadi Terang dunia bukan tanpa alasan. Yesus dalam arti tertentu mempertentangkan Terang dengan gelap. Terang dan gelap bukanlah kekuatan yang berlawanan; sebaliknya, gelap hanyalah ketiadaan terang. Ketika terang masuk, gelap akan sirna. Dengan cara yang sama, baik dan jahat bukanlah kekuatan yang setara. Kejahatan adalah ketiadaan kehadiran dan kasih karunia Tuhan, dan di mana terang Tuhan bersinar, kejahatan akan dikalahkan.
Injil hari ini merupakan bagian dari Khotbah di Bukit, salah satu ajaran Yesus yang paling terkenal. Perumpamaan tentang terang mengikuti sabda Bahagia, di mana Yesus mengungkapkan paradoks kebahagiaan sejati di Kerajaan Allah dibandingkan dengan berkat duniawi yang fana. Yesus memanggil kita semua untuk memancarkan Sabda Bahagia; yang telah kita renungkan kemarin, kepada dunia. Kita harus bersinar sebagai terang di tengah kegelapan. Jalan terang yang Yesus tawarkan adalah Sabda Bahagia itu sendiri.
Dalam Injil hari ini, Yesus memperluas misi ini kepada para pengikut-Nya, mengajarkan bahwa merekalah terang dunia. Sebagai pembawa terang-Nya, mereka tidak boleh menyembunyikan karunia ini tetapi membiarkannya bersinar terang bagi orang lain, sehingga melalui perbuatan baik mereka, Allah dimuliakan.
Undangan untuk menjadi terang di dunia, menghilangkan kegelapan, beresonansi secara mendalam dalam kerinduan alami setiap hati manusia. Sebagai makhluk yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, kita secara alami tertarik pada kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Keinginan untuk membuat perbedaan positif dan membawa kebaikan ke dunia telah tertulis dalam kodrat kita oleh Allah. Tidak seorang pun yang hidup sesuai dengan akal manusia berusaha untuk membuat dunia menjadi lebih buruk. Bahkan mereka yang memilih kejahatan sering melakukannya karena pemahaman yang menyimpang atau salah tentang apa itu kebaikan. Kebingungan ini muncul dari ketiadaan terang Allah di dalam hati mereka, yang menyebabkan mereka mengejar kebaikan yang palsu atau tidak lengkap, alih-alih kebaikan tertinggi, yang ditemukan dalam persatuan dengan Allah.
Oleh karena itu, panggilan untuk menjadi terang ini bukan sekadar kewajiban—melainkan kembali kepada jati diri kita yang sejati, pemenuhan tujuan terdalam kita. Dengan memilih untuk memantulkan terang Kristus melalui perbuatan baik kita, kita tidak hanya menghilangkan kegelapan di sekitar kita tetapi juga memulihkan dalam diri kita citra ilahi yang berusaha dikaburkan oleh dosa. Kita menjadi siapa kita seharusnya.
Namun, ajaran Yesus mengarahkan kita melampaui pemenuhan keinginan alami untuk membuat perbedaan positif. Ia meninggikan kerinduan ini dengan mengajak kita untuk berpartisipasi dalam misi-Nya, yang dengannya Bapa dimuliakan. Melalui kasih karunia Roh Kudus, kita diubah menjadi bejana terang dan kasih Allah. Bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi melalui terang Allah di dalam diri kita, kita mampu memancarkan kebenaran dan kebaikan-Nya kepada dunia. Renungkanlah hari ini tentang keinginan yang telah Tuhan tanamkan di dalam hatimu untuk membuat perbedaan di dunia. Mulailah dengan keinginan itu, tetapi izinkan Kristus untuk mengangkatnya. Sadarilah bahwa kebaikan terbesar yang dapat kamu lakukan adalah memancarkan terang Tuhan. Yesus adalah Terang Sejati, tetapi Dia memanggilmu untuk menjadi mercusuar, yang mencerminkan kasih-Nya agar semua orang dapat melihatnya. Ketika terang Tuhan bersinar melalui kita, kita tidak memuliakan diri sendiri tetapi memuliakan Bapa, menuntun orang lain untuk turut serta dalam kemuliaan-Nya. Misi ini—untuk menjadi pelita bagi terang Tuhan—adalah panggilan tertinggi dalam hidupmu dan satu-satunya cara untuk memenuhi kerinduan yang telah Dia tuliskan di dalam hatimu. Rangkullah misi itu, peliharalah melalui doa dan sakramen, dan bersukacitalah saat Tuhan menggunakanmu untuk memajukan kemuliaan-Nya yang kekal. Tuhan memberkati. (RD Kristo Selamat)
![]()