Renungan Harian

Membuka Mata dan Telinga Hati bagi Sabda Tuhan

Renungan 23 Juli 2026

Kamis, 23 Juli 2026
Bacaan I: Yeremia 2:1-3.7-8.12-13
Injil: Matius 13:10-17
Salah satu doa yang disampaikan saat penerimaan Sakramen Pembaptisan adalah doa agar Tuhan membuka telinga dan mulut calon Baptis agar ia dapat mendengarkan Sabda Tuhan dan mewartakan-Nya. Dengan demikian setiap orang yang sudah dibaptis memilih satu panggilan dasar yakni untuk selalu mendengarkan Sabda Tuhan dan mewartakan-Nya. Di tengah kebisingan zaman sekarang ini dengan berbagai hal dan cara Allah terus bersabda kepada setiap manusia.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita kembali membuka mata dan telinga hati agar mampu mengenali suara dan kasih Allah yang selalu hadir dalam hidup kita. Allah tidak pernah berhenti dan diam menyatakan kasih dan Sabda-Nya kepada manusia. Tugas kita adalah menyendengkan telinga dan mata hati dan tidak berpaling daripada-Nya.
Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yeremia menyampaikan teguran Tuhan kepada bangsa Israel. Allah mengingatkan bagaimana dahulu Ia mencintai mereka seperti mempelai yang setia. Tuhan membimbing mereka keluar dari Mesir, mengantar mereka memasuki tanah yang subur, dan mencukupi segala kebutuhan mereka. Namun, ketika hidup menjadi nyaman, mereka justru melupakan Tuhan.
Betapa sering kita pun mengalami hal yang sama. Ketika menghadapi kesulitan, kita rajin berdoa dan berharap kepada Tuhan. Namun ketika hidup berjalan lancar, kita mulai merasa mampu mengandalkan diri sendiri. Kita mengejar harta, jabatan, popularitas, dan kenyamanan, seolah-olah semua itu dapat memberi kebahagiaan yang sejati. Padahal tanpa Tuhan, semua itu tidak pernah benar-benar memuaskan hati.
Dalam Injil, para murid bertanya mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan. Yesus menjawab bahwa tidak semua orang mampu memahami Sabda Allah, karena hati mereka telah menjadi keras. Mereka melihat tetapi tidak sungguh-sungguh melihat; mereka mendengar tetapi tidak benar-benar mendengarkan.
Sebaliknya, Yesus berkata kepada para murid, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.” Kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta atau keberhasilan, tetapi pada hati yang mampu mengenali kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa hidup.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk bertanya kepada diri sendiri: Apakah hati saya masih peka terhadap suara Tuhan? Ataukah saya lebih banyak mendengar suara dunia daripada Sabda-Nya?
Tuhan berbicara setiap hari. Ia berbicara melalui Kitab Suci, Ekaristi, keluarga, orang-orang sederhana, bahkan melalui peristiwa suka maupun duka. Persoalannya bukan Tuhan diam, melainkan apakah kita masih menyediakan waktu untuk mendengarkan-Nya.
Mari kita melatih diri untuk memiliki hati yang peka: memulai hari dengan doa, membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, mengikuti Ekaristi dengan sungguh-sungguh, bersyukur atas hal-hal kecil, dan tetap setia berbuat baik meskipun tidak selalu dihargai.
Sebab orang yang hidup dekat dengan Tuhan tidak selalu memiliki hidup yang mudah, tetapi selalu memiliki hati yang damai, mata yang mampu melihat kasih-Nya, dan telinga yang siap mendengarkan kehendak-Nya.
Amin. (RD. Antonius Sanor)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.