Peringatan Wajib Santo Antonius dari Padua (Imam dan Pujangga Gereja)
Bacaan I: 1 Raj 19:19-21
Injil: Mat 5:33-37
Hari ini, Gereja sejagat merayakan peringatan Santo Antonius dari Padua, seorang kudus yang sangat populer, yang sering kita kenal sebagai santo penolong untuk menemukan barang yang hilang. Namun lebih dari itu, semasa hidupnya Santo Antonius adalah seorang pengkhotbah ulung dan Pujangga Gereja yang hidupnya sangat radikal dalam kebenaran. Karakter hidup yang berintegritas ini sangat selaras dengan pesan firman Tuhan yang kita dengar hari ini.
Dalam Bacaan Pertama, kita menyaksikan momen dramatis ketika Nabi Elia mengurapi Elisa untuk menjadi penerusnya. Ketika Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa, itu adalah sebuah simbol panggilan Allah yang tak terbantahkan. Respon Elisa sungguh luar biasa. Ia tidak menunda-nunda, tidak membuat alasan, bahkan ia menyembelih lembu alat pencari nafkahnya dan membakar alat pembajaknya sebagai tanda pemutusan hubungan dengan masa lalunya. Elisa memberikan jawaban “Ya” yang mutlak, radikal, dan tanpa keraguan kepada panggilan Tuhan.
Sikap tegas dan tanpa kompromi ini kemudian dipertegas oleh Yesus dalam Injil Matius hari ini mengenai hal bersumpah. Yesus berkata: “Jika ya, katakanlah: ya; jika tidak, katakanlah: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37)
Di zaman Yesus, orang sering kali menggunakan sumpah (bahkan demi nama Allah atau Bait Suci) untuk meyakinkan orang lain karena perkataan sehari-hari mereka sudah ‘semacam’ kehilangan daya untuk dipercayai. Yesus membongkar kemunafikan ini. Bagi Yesus, seorang pengikut Kristus seharusnya memiliki integritas yang begitu tinggi sehingga kata-katanya sendiri sudah menjadi jaminan kebenaran, tanpa perlu dibungkus dengan sumpah-sumpah religius.
Di dunia modern saat ini, kita hidup di tengah krisis kejujuran. Kita sering melihat manipulasi fakta, penyebaran berita bohong (hoaks), atau fenomena “abu-abu”—di mana demi kenyamanan, keuntungan materi, atau gengsi, kita memilih untuk memutarbalikkan fakta. Kadang, kita mengatakan “ya” padahal di dalam hati kita menolak, atau kita mengatakan “tidak” hanya karena takut dikucilkan oleh lingkungan.
Tuhan Yesus hari ini menantang kita untuk kembali pada kemurnian karakter.
- Kejujuran pada Diri Sendiri dan Sesama: Berani berbicara jujur meskipun itu pahit, dan berani menolak apa yang salah meskipun itu menguntungkan.
- Kejujuran di Hadapan Allah: Meniru Elisa yang ketika dipanggil Tuhan, langsung memberikan komitmen total tanpa kepura-puraan.
Ketika kita hidup dalam ketulusan dan integritas—mengatakan ‘ya’ untuk kebenaran dan ‘tidak’ untuk dosa—kita sedang meruntuhkan kuasa si jahat yang adalah bapak segala dusta. Seperti Santo Antonius dari Padua yang memikat hati ribuan orang bukan karena retorika yang kosong, melainkan karena keselarasan antara kata dan perbuatannya, marilah kita juga menjadi saksi-saksi kebenaran Kristus lewat ketulusan hidup kita hari ini. Tuhan memberkati. Santo Antonius dari Padua, doakanlah kami (RD Kristo Selamat).
![]()