Renungan Harian

Kasih Tuhan Tak Pernah Habis

Renungan 27 Juni 2026

Pekan Biasa XII

Bacaan I: 1 Rat 2: 2.10-14.18-19, Injil: Mat 8: 5-17

Kita pernah merasa lelah dan  kecewa. Dalam situasi itu kadang kita bertanya “apakah Tuhan masih mengasihi saya?”. Harapan yang tak kesampaian, doa yang tidak terjawab, beban hidup yang berat sering membuat kita merasa Tuhan jauh dari kita. Apakah Tuhan benar berhenti mengasih kita?

Kitab Ratapan mengajarkan kita, untuk bersikap jujur dalam penderitaan dan berani membawa kesedihan langsung kepada Allah. Di tengah keputusasaan akibat kehancuran Yerusalem, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan tak pernah habis. Kitab  Ratapan menampilkan kejujuran emosi manusia dihadapan Allah. Tuhan tidak menuntut kita menyembunyikan sakit. Menangis, mengeluh dan mencurahkan kesedihan adalah bentuk komunikasi yg intim denganNya. Dalam situasi apapun Allah tetap baik pada kita.

Membawa segala situasi dan menyerahkan diri kepada Tuhan, persis sama Kisah Perwira dalam injil hari ini, mengajarkan kita tentang iman yang radikal, kerendahan hati dan penyerahan total kepada kuasa Tuhan. Sang perwira menujukkan kualitas iman yang luar biasa. Meski dia seorang perwira yang memiliki kekuasaan dan bukan  dari kalangan Yahudi, ia tahu ketidaklayakannya di hadapan Yesus tetapi dia datang kepadaNya, dengan segala kerendahan hati dan kepercayaan penuh akan kuasa Yesus dan kasih-Nya yang tak berkesudahan.

Penyembuhan hamba perwira di Kapernaum adalah bukti nyata kasih Tuhan. Yesus peduli dengan penderitaan umat manusia. Dia selalu siap menyembuhkan dan mengampuni orang yang mau bertobat..  Dan Yesus pun memuji iman perwira itu. Dan karena iman dan penyerahannya kepada Yesus, mukjizat kesembuhan kepada hambanya pun terjadi.

Mungkin kita pun dalam permintaan atau doa tertentu memaksa Tuhan untuk mengabulkannya. Ketika kita belum ataupun tidak menerima jawaban dari Tuhan, iman kita mulai goyah, bahkan meragukan kehadiran dan kebaikan Tuhan.

Iman perwira, mengajarkan kita juga bahwa di hadapan Tuhan apapun jabatan kita, apapun status kita semuanya tidak berarti; apapun jabatan kita ataupun status kita, janganlah membuat kita lupa diri dan angkuh. Rendah hati adalah pilihan utama dan memilih Yesus adalah jalan Terbaik. Mari kita menyerahkan diri kepada Tuhan dengan kerendahan hati mengakui bahwa kita rapuh dan mebutuhkanNya. Kita tinggalkan ego dan kesombongan kita, membiarkan Tuhan yang memegang kendali atas hidup kita. Karena penyerahan sejati kepada Tuhan membuahkan hidup yang berbuah kasih, ketabahan, sukacita, dan damai sejahtera. Mari dating pada Tuhan yang kasih-Nya pada kita tak pernah habis. (Dian Marlina, Penyuluh Agama Paroki Merombok)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.