Renungan Harian

Kasih: Hukum Utama

(2 Tim 2:8-15 dan Mrk 12:28b-34)
Pekan Biasa ke-9, Kamis, 04 Juni 2026

Pernah ada ungkapan sederhana, hidup tanpa kasih bagaikan sayur tanpa garam. Ungkapan ini menegaskan tentang kasih adalah yang membuat hidup berarti, ada dan bermakna. Karena itulah dengan lugas Yesus menegaskan bahwa hukum yang utama itu adalah kasih, yakni kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

Mengasihi Tuhan tidak boleh setengah-setengah, melainkan dengan seluruh diri: dengan segenap hati, segenap jiwa, akal budi dan kekuatan. Seluruh bagian diri manusia harus dikerahkan dan dipergunakan untuk mengasihi Allah. Dalam sejarah perjalanan Gereja, ada banyak Martir yang rela menderita dan wafat demi  menunjukkan kecintaan kepada Allah, dengan mengalahkan ketakutan akan ancaman penganiayan dan pembunuhan yang dilakukan oleh para musuh. Mereka berani mempertaruhkan nyawa demi iman dan cinta kepada Kristus yang diimaninya.

Selain menegaskan tentang kasih kepada Allah,  Yesus menegaskan tentang hal yang sejajar dengan itu yakni kasih kepada sesama. Tidak ada seorang pun yang membenci dirinya sendiri. Orang bisa berkorban dan rela mengeluarkan banyak duit untuk merawat diri, menjaga kesehatan dan kesenangan lainnya. Semuanya itu menunjukkan dia mencintai dirinya. Seperti kecintaan akan diri sendiri, Yesus menegaskan agar kita mesti mengasihi sesama: “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Sama setiap orang selalu berlaku baik pada dirinya sendiri demikian pun yang diharapkan untuk dilakukanya pada orang lain.

Cinta kepada Allah harus diwujudnyatakan pada cinta kepada sesame. Kita tidak bisa mencintai Allah yang Mahabesar, Allah  yang akbar, kalau kita tidak mengasihi sesama yang dekat dengan kita. Persembahan dan kurban bakaran, menjadi tak berfaedah, kalau tidak ada kasih dalam hati yang mesti diwujudnyatakan melalui tindakan kasih kepada sesama, terutama mereka yang bersusah. Kasih kepada Allah mesti dibuktikan dalam seluruh hidup kita dengan mengasihi sesama terutama yang bersusah. Yesus mensejajarkan diri-Nya dengan mereka yang bersusah: mereka yang lapar, haus, telanjang, gelandangan, yang sakit dan dalam penjara.” Mengasihi dan memberi perhatian kepada mereka sama dengan mengasihi Allah. Mari kita beri diri untuk sungguh mengasihi Allah dan sesama. Yesus telah menyatakan kasih-Nya kepada Allah dan kepada sesame secara nyata melalui pengurbanan-Nya yang penuh kasih di kayu Salib. Semoga dengan memandang Salib kita juga menyadari bahwa panggilan kita semua adalah untuk semakin mencintai Allah dan sesame. (Rm. Anton Sanor, Pr)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.