Renungan Harian

Doa sebagai Tindakan

Renungan 25 Juni 2026

Bacaan I: 2 Raja-raja 24:8-17  Injil: Matius 7:21-29

Sabda Yesus hari ini dengan tegas menjernihkan batasan-batasan yang biasanya mengikuti pemisahan yang tak kentara dalam pemahaman banyak orang tentang kehidupan rohani. Anggapan umum tentang sesuatu yang rohani biasanya merujuk kepada doa verbal atau doa batin yang memisahkannya dari sebuah tindakan. Dalam seruan singkat namun padat, Yesus memurnikan kesalahpahaman itu: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di Surga”.

Teguran Yesus ini menegaskan bahwa doa adalah sebuah tindakan yang menyeluruh. Doa diaminkan dalam perbuatan dan perbuatan diaminkan dalam doa. Yesus ingin menyingkirkan kesadaran palsu tentang beragama yang kadangkala hanya dipandang sebagai ritual semata. Ketika doa hanya berhenti pada ‘lyp service’ saat itulah kita sedang bermain dalam manipulasi egoisme. Doa menjadi sebatas pengaman situasi psikologis. Doa seharusnya menjadi alas, fundasi atau landasan dari tindakan-tindakan. Jika sudah sampai pada titik itu, doa tidak lagi sebatas bulan dan buaian. Doa akan menjadi batu karang bagi rumah hidup spiritual kita.

Karena itulah Yesus mengemukakan perumpamaan tentang rumah yang didirikan di atas pasir dan batu karang. Pasir melambangkan kedangkalan yang tak kokoh sebagai landasan. Seperti itulah doa yang tidak menyatu dengan tindakan. Doa itu sangat tipis dan kosong. Sementara itu, seruan Tuhan yang terikat erat dengan seluruh tindakan hidup akan mematangkan keseluruhan diri sang pendoa. Cobaan dan kesulitan hidup tidak akan menggoncang imannya. Doa membuat dia kuat. Doa lalu menjadi tindakan otentik karena karena dia menjadi sebuah pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.

Lalu bagaimana sikap doa kita? Apakah sebatas rutinitas atau lebih dari itu? Sudahkan doa menjadi sebuah tindakan? Sudahkah doa kita menjadi pengalaman perjumpaan dengan Tuhan dalam keseharian kita? Hari ini, marilah kita memohon Rahmat agar doa-doa kita sungguh berdasarkan pada pengalaman hidup dan sebaliknya pengalaman hidup sungguh menjadi medan tempat kita berdoa. Sub Tutela Matris. Tuhan memberkati. (RM. Kristo Depatri Selamat, PR)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.