Renungan Harian

Berdoa sebagai Anak Bapa: Singkat dan Percaya

Renungan 18 Juni 2026

Pekan Biasa XI

Bacaan 1 : Sirakh 48:1-14, Injil: Matius 6:7-15

“Bapamu tahu apa yang diperlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya”

Berdoa adalah kegiatan sehari-hari orang beriman. Kata St. Theresia dari Avila “dalam berdoa itu orang sedang melakukan percakapan seperti antara dua sahabat yang saling mengasihi”. Demikianlah orang berdoa, berarti sedang bercakap-cakap dengan Tuhan sebagai seorang sahabat yang saling mengasihi.

Dalam percakapan dengan sahabat, kita sering mencurahkan isi hati, hal-hal baik dan buruk yang dialami, yang dapat mengurangi tekanan hidup sekaligus menimbulkan rasa bahagia. Tentang hal ini St. Theresia dari kanak-kanak Yesus katkan “bagiku doa adalah luapan hati, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah pencobaan dan kegembiraan“.

Mungkin kita selalu bertanya ”bagaimana bercakap dengan Tuhan? Bagaimana curhat dengan-Nya? Bagaimana susunan kata yang indah untuk-Nya?

Firman Tuhan hari ini mengingatkan saya dan kita bahwa bukan dengan doa yang lama atau bertele-tele, atau dengan kata-kata yang indah maka doa dikabulkan. Doa yang baik adalah dengan menjadi anak bagi Bapa di Surga dan melakukan apa yang didoakan dalam hidup sehari-hari.

Santo Yohanes Maria Vianey pernah mengungkapkan “Orang Tidak perlu berbicara banyak untuk berdoa dengan baik. Kita tahu bahwa Yesus ada disana di dalam tabarnakel.  Marilah membuka kepadaNya, marilah bersukacita dalam kehadiranNya yang kudus, itulah doa terbaik. Dalam Ekaristi Tuhan menunjukkan kepada kita penyertaan-Nya sepanjang zaman.

Untuk kita lakukan :

  • Kita diminta  untuk berdoa secara jujur, jadikan doa sebagai komunikasi yang tulus dan intim dengan-Nya.
  • Jauhilah sikap munafik, karena berdoa bukan untuk dilihat atau dikagumi orang lain
  • Teruslah mengucapkan doa Bapa Kami, karena mencakup pengudusan nama Allah, kerinduan agar kehendak Allah terjadi di bumi seperti di Surga, permohonan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, dan permohonan saling mengampuni.
  • Ekaristi, sumber dan puncak Iman kita, kita bertemu Tuhan secara nyata dalam Iman,

Dengan terus menerima Sakramen Ekaristi kita mengalami perjumpaan lebih dari Doa.

Untuk direnungkan : Bagaimana hidup doaku selama ini? Adakah Syukur dan pergulatan yg saya bawa kepada Tuhan? Mari, jadikan Tuhan teman curhatmu! (Dian Marlina, Penyuluh Agama Paroki Merombok)

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.