Renungan Harian

Menjadi Pengikut Kristus yang Konsekuen

Renungan 7 Agustus 2026

Bacaan

Nahum 1:15;2:2;3:1-3:6-7

Matius 16:24-28

Saudara/I yang terkasih dalam Kristus..

Bacaan-bacaan suci hari ini berbicara tentang keadilan Tuhan yang meruntuhkan keangkuhan dunia serta panggilan untuk menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Kristus dengan setia.

Ketika seseorang membangun hubungan cinta dengan orang lain, secara tidak langsung ia telah memberikan dirinya, memberikan perhatiannya untuk cintanya itu. Setiap pasangan kekasih pasti dengan segala caranya mau memberikan dirinya bagi pasangannya untuk menciptakan rasa cinta yang lebih intim dan kenyamanan dalam hubungan. Kepada pasangannya, seseorang akan cenderung bergerak keluar dari zona nyamannya. Ia yang dulunya melakukan sesuatu atas kehendak dan kemauan sendiri, kini melakukan itu atas dasar pertimbangan dengan pasangannya. Sikap asyik pada diri sendiri atau egoisme perlahan-lahan mulai dihilangkan.

Yesus mengajukan tiga syarat bagi siapapun yang mengikuti Dia yakni, menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya. Ketiga syarat ini tidak dimaksudkan untuk membebankan para murid-Nya. Yesus bukan orang yang suka meletakkan beban pada orang lain tanpa menyentuh beban itu sendiri seperti para ahli taurat dan orang Farisi yang pernah dikecam-Nya.

Dia tidak hanya menuntut para murid-Nya, tetapi Dia sendiri melakukannya atau memberikan teladan. Dia sendiri telah menyangkal diri-Nya. Dia sendiri telah memanggul salib.

Mengikuti Yesus selalu disertai dengan konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi mengikuti Yesus itu kadang tidak masuk ke dalam pikiran rasional manusia. Siapa coba yang rela kehilangan nyawanya? Siapa yang tidak menyayangi nyawanya? Karena ada nyawa maka manusia itu hidup. Itulah rencana Allah, itulah rancangan Allah atas hidup manusia. Akan tetapi, di balik konsekuensi untuk menjadi pengikut Kristus dan melaksanakan
perintah-perintah-Nya, kita dijanjikan “hadiah” atau jaminan oleh Allah.

Segala perbuatan baik kita akan dibalas oleh Allah. Hal itu berarti Allah akan memberikan ganjaran kepada kita seturut perbuatan-perbuatan kita. Yang melakukan hal baik akan memperoleh hal baik.
Begitupun sebaliknya, mereka yang dalam hidupnya melakukan hal-hal yang buruk dan jahat, hal-hal buruk pun yang akan menjadi ganjaran baginya.
Bagi kitapun, syarat-syarat menjadi pengikut Kristus ini sesungguhnya merupakan undangan kepada kehidupan dan keselamatan Allah. Bila kita berani melepaskan diri kita sendiri dan mendahulukan Allah di dalam segala hal, bila kita berani berkorban dan setia mengikuti Dia, kehidupan dan keselamatan yang dijanjikan akan sungguh dianugerahkan kepada kita dalam bentuk berbagai berkat duniawi dan surgawi. Semoga. Amin (Rinus Hadun/Katekis Paroki Merombok).

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.