Renungan Harian

Wartakanlah Kebenaran Bahkan Sampai Bertaruh Nyawa

Renungan 1 Agustus 2026

Renungan, Sabtu, 1 Agustus 2026

Bacaan I : Yer 26:11-16.24

Bacaan Injil: Mat 14: 1-12.

Mewartakan atau menyatakan kebenaran di zaman sekarang ini barangkali sudah termasuk langka. Ini karena ruang kehidupan kita baik digital maupun ruang fisik dijejali kebohongan, hoaks, janji-janji palsu. Kebenaran hampir pasti sulit kita dapatkan lagi.

Bacaan pertama dan bacaan Injil hari ini memberi kita konfirmasi bahwa kebenaran harus diwartakan, diperjuangkan, dan ditegakkan. Bahkan, dengan taruhan sangat mahal: nyawa.

Nabi Yeremia nyaris dibunuh karena mewartakan kebenaran, yakni orang-orang Israel harus bertobat dari dosa-dosanya kalau tak mau kota dan tempat ibadah mereka dihancurkan musuh. Konteks sosial-religiusnya adalah orang Israel hidup jauh dari perintah Tuhan. Seperti yang kita tahu, pada akhirnya, bangsa Israel yang tak bertobat itu hancur: kota Yerusalem porak-poranda, termasuk bait suci dan warganya dibawa ke pembuangan Babel. Kalau saja mereka mengikuti kebenaran yang disampaikan Yeremia mungkin saja hal tersebut tidak akan terjadi dalam sejarah bangsa Israel.

Setali tiga uang, Yohanes Pembaptis dalam bacaan Injil bukan hanya diancam, tapi dibunuh secara keji oleh Herodes. Yohanes sebelumnya mengkritik Herodes untuk tidak mengambil istri dari saudaranya karena itu dosa. Yohanes menyampaikan kebenaran dari Allah yang ditanggapi secara lain oleh Herodes.

Saudara-saudari terkasih…

Mewartakan, memperjuangkan, dan menegakkan kebenaran memang penuh risiko, misalnya, kehilangan jabatan, persahabatan, ketenangan, sampai pada yang terkait keberadaan kita: nyawa. Itu makanya banyak orang bermain pada zona abu-abu: tahu bahwa itu tak benar, tapi ikut arus saja. Akibatnya kehidupan bersama tak berubah baik, malah makin buruk, karena banyak orang baik diam.

Bacaan hari ini mengajarkan kita orang beriman untuk menegakkan kebenaran, termasuk dengan risiko kita kehilangan banyak hal. Kebenaran harus ditegakkan karena kebenaran adalah roh dari kehidupan bersama menuju tatanan yang baik, adil, dan maju. Tuhan menghendaki kita untuk menegakkan kebenaran agar kehidupan bersama makin baik dari waktu ke waktu.

Mungkin kita tak selalu mampu mewujudkan misi mulia ini, tapi kita perlu berusaha dari waktu ke waktu. Kita mohonkan kekuatan itu dari Santo Alfonsus Liguori, uskup, teolog, dan pendiri Kongregasi Redemporist, yang kita peringati hari ini. Sebagaimana Santo Alfonsus mewartakan kebenaran, yakni kebaikan Tuhan terhadap orang-orang berdosa di desa-desa di Napoli, Italia, yang akhirnya kembali ke pangkuan gereja, kita mohon rahmat kekuatan agar kita tak gentar menyatakan kebenaran di lingkungan kerja, masyarakat, dan keluarga kita. Semoga. Amin (Videlis Jemali, S.Fil/Koordinator Seksi Katekese Paroki Marombok).

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.