Renungan Harian

Dari Keluarga Lama Menjadi Keluarga Baru

Renungan 21 Juli 2026


Bacaan I: Mi 7: 14-15. 18-20.
Injil : Mat 12: 46-50.

Dalam sekitar satu bulan terakhir, kita membentuk satu keluarga besar global. Kekeluargaan itu diikat dalam euforia sepak bola Piala Dunia. Karena mendukung tim nasional yang sama, orang-orang lalu saling kenal. Mereka berbincang tentang kehebatan timnas atau pemain yanng didukungnya tak hanya dalam percakapan dalam ruang perjumpan fisik, tapi juga di dunia digital. Karena demam sepak bola, kita seperti keluarga besar, terlepas adanya dinamika karena beda dukungan.

Kata-kata artis Hollywood Tom Cruise sesaat sebelum pertandingan final antara Spanyol dan Argentina pada Senin (20/7/2026) dini hari waktu Indonesia menegaskan hal ini: “Sepak bola adalah bahasa yang diucapkan tanpa kata-kata, sebuah kekuatan yang menyatukan orang, yang mengubah orang asing menjadi teman dan mengingatkan kita akan kesamaan yang kita miliki”.

Saudara-saudari terkasih…
Setali tiga uang dengan penyatuan kita sebagai satu keluarga akhir-akhir ini karena sepak bola, Yesus hari ini memberikan definisi baru tentang keluarga. Yesus tak menyangkal akan Ibu (Bunda Maria) dan saudara-saudari-Nya , tetapi ia memberikan pemahaman baru tentang keluarga: Siapa yang melaksanakan kehendak Bapa itulah Ibu dan Saudara-saudari Yesus.

Dan keluarga pertama dalam perspektif baru ini bagi Yesus adalah para murid-Nya. Itu makanya Yesus menunjuk para murid ketika memperkenalkan pemahaman baru tentang keluarga. Para murid adalah orang-orang yang pertama mendengarkan ajaran-Nya, saksi dari mukjizat yang diadakan-Nya. Inilah konsep baru tentang keluarga yang tak diikat karena hubungan darah-jasmani, tapi disatukan dengan ikatan rohani, yakni ketaatan pada kehendak Bapa yang berarti juga kehendak Yesus. Yesus memperluas pengertian keluarga dari pengertian lama (ikatan biologis-jasmani), kepada pemahaman baru yang didasarkan pada kesatuan rohani-spiritual.

Injil hari ini mengajarkan kita untuk menghidupi keluarga atau komunitas baru yang dipersatukan secara rohani-spiritual oleh kehendak Tuhan. Keluarga baru adalah persekutuan orang beriman yang menjalankan kehendak Allah. Kehendak apa itu? Kehendak Alllah yang utama adalah perintah universal untuk mengasihi sesama. Ikatan utama keluarga rohani-spiritual atau keluarga baru bukanlah darah, tetapi kasih.

Kalau dipikir-pikir, keluarga baru perspektif Yesus inilah yang kita hidupi hampir 2000 tahun ini, yakni Gereja. Gereja menyatukan orang lintas zaman, lintas ras, melampaui sekat bangsa-negara. Dan fondasi atau ikatan utamanya adalah kasih. Gereja adalah keluarga kasih Allah.

Mari kita selalu berusaha untuk mewujudkan keluarga baru Allah dalam keseharian hidup kita dengan taat pada kehendak Tuhan, yaitu mengasihi sesama kita. Saat kita berbuat kasih di situ keluarga baru terbentuk.

Mungkin kita tak selalu gampang mewujudkan kasih ini karena kelemahan manusiawi, tetapi mari berusaha dan memohon kekuatan Tuhan agar kita mampu mewujudkan kasih dalam tindak tanduk hidup kita. Semoga. Amin (Videlis Jemali, S.Fil/Koordinator Seksi Katekese Paroki Merombok).

Loading

Sebarkan Renungan ini!

Luangkan Waktu untuk Tuhan Hari Ini

Ambil sejenak waktu hening. Serahkan segala pergumulan, harapan, dan syukur Anda kepada Tuhan.