Rabu Pekan Biasa X
Bacaan I: 1 Raj 18:20-39
Injil: Mat 5:17-19
Menyelaraskan Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) sering kali menjadi sebuah tantangan. Di luar Sepuluh Perintah Allah, PL memuat ratusan hukum lainnya—bahkan kaum Farisi mencatat ada 613 perintah spesifik demi menjaga kelestarian Hukum Musa. Di sisi lain, para nabi terus menyerukan agar Israel setia pada esensi perjanjian tersebut, sembari menubuatkan kedatangan Mesias serta hukum spiritual baru yang tertulis langsung di dalam hati manusia.
Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa kehadiran-Nya bukan untuk menghapus Hukum Taurat atau nubuat para nabi, melainkan untuk menggenapinya. Penggenapan ini membawa seluruh hukum lama menuju kesempurnaan dan mengangkatnya ke dalam tatanan kasih karunia yang baru.
Yesus mewujudkan hal ini melalui tiga dimensi utama:
- Penggenapan Moral (Transformasi Batin)
Yesus mengalihkan fokus ketaatan dari yang semula sekadar tindakan lahiriah menjadi transformasi batin yang mendalam. Kebenaran Allah tidak lagi diukur dari kepatuhan formal, melainkan dari kekudusan hati yang berakar pada kasih. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam Khotbah di Bukit. Di sana Yesus memperluas larangan membunuh menjadi imbauan radikal untuk mengikis amarah dan kebencian di dalam hati.
- Penggenapan Liturgis (Penyempurnaan Ibadah)
Sistem ibadah PL yang berpusat di Bait Suci menggunakan pengorbanan hewan sebagai sarana penebusan dosa. Seluruh ritual tersebut kini telah digantikan secara sempurna oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Dalam Misa Kudus makna ini kita rayakan secara penuh, dimana Yesus bertindak sebagai Imam Besar sekaligus Anak Domba Allah. Selain itu, melalui wafat-Nya di salib, seluruh aspek seremonial masa lalu telah terpenuhi, sehingga tidak diperlukan lagi pengorbanan hewan. Ibadah yang baru dan abadi ini kini dihadirkan kembali secara nyata dalam Sakramen Ekaristi.
- Penggenapan Profetik (Perwujudan Janji Allah)
Segala nubuat, simbol, dan bayangan keselamatan di masa lalu—seperti domba Paskah—kini menemukan makna sejatinya di dalam diri Yesus. Sebagai Mesias, Yesus mempersatukan seluruh bangsa ke dalam keluarga Allah, menggenapi janji-janji-Nya kepada Abraham, dan mengubah harapan masa depan menjadi kenyataan yang dialami saat ini.
Refleksi: Menemukan Kristus dalam Ekaristi
Melalui penggenapan moral, liturgis, dan profetik ini, Yesus tidak hanya menyempurnakan Perjanjian Lama tetapi juga mengangkatnya ke tingkat yang jauh lebih tinggi, yaitu hubungan karib dengan Allah yang didasari oleh kasih, anugerah, dan kebenaran. Jika Perjanjian Lama memperlihatkan kepada kita bagaimana sejarah keselamatan berkembang, maka dalam Perayaan Ekaristi (Misa Kudus) kita mengalami puncak dan penggenapan konkrit dari sejarah tersebut. Melalui Ekaristi, setiap janji Allah dihadirkan kembali secara nyata bagi kita, membawa kita masuk ke dalam misteri kasih Ilahi, sekaligus memberi kita cicipan awal dari perjamuan surgawi yang kelak akan kita nikmati sepenuhnya. Semoga Tuhan memberkati. (RD Kristo Selamat)
![]()