Hari biasa, pekan biasa X1
Bacaan 1 : 1 Raj 21:1-16
Injil : Matius 5:38-42
“Janganlah kamu melawan orag yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu” (Mat 5:39)
Ajaran Tuhan Yesus selalu kontroversi menurut standar dunia. Bayangkan saja, harus memberikan pipi yang satunya lagi agar ditampar juga bila orang menampar salah satu pipi kita. “Bila orang menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu”. Untuk ukuran manusia yang tepat adalah menghajar balik orang yang menampar kita, karena mengalah itu seperti orang yang tidak ada harga diri. “Gigi ganti gigi, mata ganti mata”.
Kadang saya, ataupun kita mengalami kesulitan melakukan apa yang diajarkan Yesus ini. Seringkali yang muncul ketika merasa tersinggung adalah emosi, kalimat umpatan, dan sebisa mungkin mengurangi atau bahkan menghindari untuk tidak berinteraksi lagi dengan orang itu. Ada kecenderungan untuk membalas “kejahatan” dengan hal yang serupa.
Namun, Sabda Tuhan hari ini menyadarkan dan mengajarkan saya untuk berusaha memperbaiki hati saya dari rasa jengkel dan kesal. Saya percaya dengan itu saya merasa damai. Kadang muncul pertanyaan dalam diri saya, “Mengapa hidup yang hanya sebentar ini, saya sia-siakan untuk berkutat dalam rasa jengkel terhadap yang lain, sementara orang itu belum tentu memikirkan saya?” Dan pada akhirya saya belajar dari setiap pengalaman tidak enak itu untuk saya jadikan sebagai guru dalam usaha berubah lebih baik, belajar lebih sabar.
Pesan Injil hari ini : saat pipi kananmu ditampar, berikan juga pipi kirimu bukan menyuruh agar kita membiarkan orang lain semakin melukai kita, namun dapat dimaknai sebagai sikap mengalah, berani ambil sikap mengampuni, dan kembali mengasihi orang itu. Dan Tuhan pun tidak meminta kita untuk dengan instan dalam proses tersebut, kita diberi waktu untuk berproses, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, yang terpenting kita terus berjuang untuk bangkit kembali kepada kasih Allah yang memaafkan, sabar, lemah lembt dan murah hati!!
Untuk direnungkan :”Apakah saya rindu mengalami kebangkitan hidup, dan siap mengampuni setiap orang yang pernah menyakiti saya?”
Selamat berjuang menjadi orang yang lebih baik !! (Dian Marlina, Penyuluh Agama Katolik Paroki Merombok)
![]()